Tiga Anime yang Gagal Jawab Ekspektasi di Tengah Gemerlap 2025

- Selasa, 16 Desember 2025 | 13:40 WIB
Tiga Anime yang Gagal Jawab Ekspektasi di Tengah Gemerlap 2025

2025, Tahun Gemilang yang Menyimpan Kekecewaan untuk Tiga Anime Ini

Kalau ngomongin anime di tahun 2025, rasanya sulit untuk tidak menyebut kesuksesan fenomenal seperti Solo Leveling atau Demon Slayer. Mereka benar-benar memukau, menggaet penonton baru dan memenuhi timeline media sosial dengan pujian. Tapi di balik gemerlap kesuksesan itu, ada beberapa judul yang justru membuat para penggemar mengelus dada. Ditunggu-tunggu, eh malah bikin kecewa berat.

Rating rendah dan cibiran di forum-forum diskusi menjadi buktinya. Nah, berikut tiga anime yang dinilai gagal memenuhi harapan fans di tahun 2025.

One Punch Man Season 3: Penantian Enam Tahun yang Berakhir Pahit

Kombinasi aksi dan komedi yang segar dari Saitama dan kawan-kawan sempat membuat One Punch Man jadi buah bibir. Musim pertamanya luar biasa. Sayangnya, pesona itu seolah memudar di musim ketiga.

Bayangkan, fans setia harus menunggu selama enam tahun lamanya. Harapannya tentu tinggi. Namun begitu tayang, yang muncul justru kekecewaan. Banyak yang berkomentar, kualitasnya turun drastis. Baik dari segi alur cerita maupun animasinya, keduanya dianggap tidak sebanding dengan musim-musim sebelumnya.

Kekecewaan itu pun tercermin nyata. Di IMDb, rating One Punch Man Season 3 terpaku di angka 2,9 saja. Sungguh nilai yang jauh dari harapan untuk sebuah sekuel yang sangat dinanti.

The Beginning After The End: Adaptasi yang Gagal Memukau

Sebelum diangkat ke layar, webtoon karya TurtleMe ini sudah punya basis penggemar global yang sangat besar. Wajar saja, adaptasi animenya masuk dalam daftar paling ditunggu tahun ini. Banyak yang berharap ia bisa mengulangi, atau bahkan menyaingi, kesuksesan Solo Leveling.

Nyatanya? Harapan tinggal harapan.

Alih-alih menyajikan petualangan epik Arthur dengan animasi memukau, yang ditampilkan justru kualitas visual yang di bawah standar. Adegan aksinya terasa datar dan kurang greget. Kekecewaan penggemar pun meluap sampai-sampai muncul petisi online.

Isinya? Minta studio untuk mengulang produksi anime itu dari nol. Menurut sejumlah sumber, petisi tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari 50 ribu tanda tangan saat anime itu masih tayang. Itu menunjukkan betapa besarnya kekecewaan mereka.

Please Put Them On, Takamine-san: Kontroversi yang Merusak Citra

Anime ketiga ini bikin banyak orang mengernyitkan dahi. Ceritanya mengikuti Takamine, seorang ketua OSIS dengan kemampuan aneh: dia bisa mengulang waktu setiap kali melepas celana dalamnya. Konsepnya sendiri sudah terdengar… aneh, ya?

Alur ceritanya kemudian banyak menjurus ke konten berbau porno. Hal ini jelas bikin tidak nyaman bagi banyak penonton. Bukan cuma soal ketidaknyamanan, anime ini juga dituding merusak citra industri anime secara keseluruhan. Daripada dinikmati, Please Put Them On, Takamine-san justru lebih banyak menuai kritik dan akhirnya dicap sebagai salah satu kegagalan di tahun 2025.

Jadi, meski tahun ini dihiasi oleh banyak karya gemilang, ketiga judul di atas jadi pengingat bahwa ekspektasi tinggi tak selalu berbuah manis. Semoga ke depannya, adaptasi atau sekuel yang dinanti bisa lebih memerhatikan kualitas dan hati para penggemar setianya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar