Hadiah yang Tak Sempat Disampaikan Karina untuk Epy Kusnandar
Udara di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis (4/12) itu terasa berat. Suasana haru jelas terpancar dari wajah keluarga, kerabat, dan para sahabat yang datang. Mereka berkumpul untuk melepas kepergian Epy Kusnandar, aktor yang begitu lekat di hati publik sebagai Kang Mus dari "Preman Pensiun".
Di tengah lautan kesedihan itu, Karina Ranau, sang istri, membuka cerita lain. Ada rencana indah yang tersimpan, sebuah kejutan yang kini selamanya menjadi rahasia yang tertunda.
Rupanya, Karina sudah menyiapkan hadiah spesial untuk suaminya. Tiket umrah. Itu adalah impian Epy yang sudah lama mengendap, tapi belum kesampaian.
"Saya tuh mau ngasih hadiah tadinya, Lebaran haji ini mau ngasih hadiah Umrah sama suami. Karena beliau ingin sekali berangkat ke sana, tapi belum sempat saya ucapkan," ungkap Karina usai pemakaman.
Katanya, rencana itu sengaja ia simpan rapat-rapat. Inginnya memberi kejutan. "Tadinya ingin saya beli tiket pengen surprise gitu, tapi masih saya tahan," ucapnya lagi dengan nada penuh penyesalan.
Kini, segalanya sudah terlambat. Epy pergi tanpa pernah tahu bahwa impiannya sebentar lagi akan diwujudkan sang istri. Karina pun hanya bisa menghela napas, mencoba menerima kenyataan pahit ini.
"Pasti kalau dia tahu dia senang banget. Tapi ya udah,"
Keinginan Epy untuk kembali ke Tanah Suci, menurut Karina, sudah mengakar lama. Ia pun teringat sebuah percakapan intim di masa sulit.
"Iya (sudah lama pengen), dulu saat kami dikasih ujian beliau bilang 'bund, pulang dari sini aku mau ke sini (Ka'bah)'," kenangnya. "Baru mau rencana saya kasih tapi tidak terucap."
Epy Kusnandar mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (3/12) lalu. Penyebabnya adalah penyumbatan pembuluh darah di batang otak. Menurut keluarganya, keluhan sudah dirasakan aktor 61 tahun itu sejak beberapa pekan hingga sebulan terakhir.
Damar Rizal Marzuki, putra Epy, mencoba menjelaskan. Ayahnya kerap mengeluh sakit kepala dan kelelahan, dampak dari jadwal aktivitas yang begitu padat.
"Memang keluhannya itu sempat ada sakit kepala. Dari kegiatan yang capek juga, kecapekan. Dan sempat ada beberapa kali jatuh pingsan," ujar Damar di rumah duka di Jagakarsa.
Namun begitu, Epy dikenal sebagai pribadi yang kuat dan enggan merepotkan. Ia jarang mengeluh, apalagi sampai mau memeriksakan diri. Sakit kerap ditahannya, sambil meyakinkan keluarga bahwa ia baik-baik saja. Padahal, dia punya riwayat tumor otak, meski sempat dinyatakan sembuh.
Tragedi akhirnya tak terelakkan. Saat waktu Subuh tiba, Karina mendapati suaminya terjatuh dari tempat tidur dan tak sadarkan diri. Keluarga pun panik, berusaha menyelamatkannya dengan membawanya ke RS Pusat Otak Nasional (RS PON).
Sayangnya, usaha itu sia-sia. Setelah beberapa jam bertahan dengan bantuan alat, jantung Epy berhenti berdetak.
Karina dan Epy telah membangun rumah tangga sejak 27 Juli 2008. Tujuh belas tahun bukan waktu yang singkat. Dari sana, Karina benar-benar mengenal siapa suaminya.
Baginya, Epy adalah pria baik hati. Pendengar setia, selalu berusaha memenuhi keinginan keluarga, sabar, dan penuh kasih.
"Dia orang yang sangat baik yang saya kenal, pendengar setia, apa yang sama mau semua dikasih, sabar,"
tutup Karina, suaranya bergetar menahan rindu dan kehilangan yang masih terasa begitu perih.
Artikel Terkait
Yenny Wahid Akui Salah Dress Code di Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Sebut Ahmad Dhani Sahabat dan Kader Gerindra
Vokalis For Revenge Hentikan Konser di Yogyakarta demi Evakuasi Penonton Pingsan
El Rumi Resmi Nikahi Syifa Hadju di Jakarta, Ijab Kabul Satu Napas