Sepatu Usang Chadwick Boseman dan Pesan Abadi untuk Sang Istri

- Senin, 24 November 2025 | 15:50 WIB
Sepatu Usang Chadwick Boseman dan Pesan Abadi untuk Sang Istri

Warisan Chadwick Boseman: Pelajaran Hidup yang Ditinggalkan untuk Sang Istri

Sudah lima tahun waktu berlalu, tapi rasa kehilangan atas Chadwick Boseman masih terasa. Aktor yang dikagumi itu meninggalkan kita pada 2020, setelah berjuang melawan kanker usus besar.

Baru-baru ini, dedikasinya di dunia film diakui dengan sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame. Sebuah penghormatan yang layak untuknya.

Kita mengenalnya lewat peran-peran ikonik. Dari Jackie Robinson di 42, James Brown di Get On Up, sampai T'Challa di Black Panther dan Avengers. Tak lupa, perannya yang powerful di Da 5 Bloods. Karyanya berbicara lebih keras dari kata-kata.

Namun begitu, di balik semua kemilau itu, ada peninggalan yang jauh lebih personal. Simone Ledward-Boseman, jandanya, membagikan pelajaran hidup berharga yang dia terima dari mendiang suami.

Bukan harta atau ketenaran. Tapi sebuah nasihat sederhana yang kini menjadi prinsip hidupnya.

“Salah satu kuncinya adalah menjaga energi saya dan tidak terburu-buru. Tidak terburu-buru dan tidak membiarkan siapa pun terburu-buru,” ujar Simone kepada People.
“Memahami bahwa segala sesuatu terjadi pada waktunya, bahwa kita tidak perlu membalas pesan itu sekarang, kita tidak perlu membalas email itu sekarang,” lanjutnya.

Menurutnya, filosofi itu membantu untuk fokus dan mengurangi tekanan untuk selalu ‘on call’. Chadwick sendiri, meski punya tim yang sangat protektif terhadap energinya, tetap harus secara aktif menjaga batasan itu sendiri.

Di sisi lain, Simone juga merenungkan warisan abadi yang ditinggalkan suaminya. Dia yakin Chadwick tidak pernah benar-benar memikirkan soal ‘warisan’ dalam arti pencapaian pribadi.

“Saya pikir dia memikirkan karyanya dan apa arti karya yang sedang dia kerjakan saat itu bagi orang-orang yang akan berinteraksi dengannya,” jelas Simone.
“Saya rasa dia tidak memikirkan apa yang akan dia tinggalkan dari perspektif dirinya sendiri. Saya pikir dia benar-benar fokus pada karyanya, dan saya pikir dia meninggalkan warisan berupa niat, kekuatan, dan tujuan.”

Pada upacara pemberian bintang itu, Simone membawa serta sepasang sepatu pantofel milik Chadwick dan sebuah fotonya untuk diletakkan di atas bintang perunggu itu. Bukan tanpa alasan.

“Saya pikir sepatu itu indah. Dia sering memakainya. Kalau dilihat dari bagian bawah solnya, terlihat betapa usangnya sepatu itu. Ya, saya pikir sepatu itu indah,” kenangnya dengan nada lembut.
“Sepatu itu mengingatkan saya pada banyak hal yang pernah dia pakai, banyak penampilannya yang berbeda, dan saya rasa sepatu itu yang terbaik untuk dibawa hari ini.”

Sepatu usang itu, seperti juga kenangan akan Chadwick, menceritakan sebuah kisah tentang perjalanan, dedikasi, dan sebuah kehidupan yang dijalani dengan penuh niat. Bukan demi dikenang, tapi demi karya itu sendiri.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar