Kuliner Korea Menyerbu Indonesia, Didorong Gencarnya Promosi di Pameran Internasional

- Kamis, 20 November 2025 | 20:00 WIB
Kuliner Korea Menyerbu Indonesia, Didorong Gencarnya Promosi di Pameran Internasional

Demam K-Food di Indonesia: Dari Layar Kaca ke Piring Makan

Kalau kamu perhatikan, restoran Korea belakangan ini menjamur di mana-mana. Mulai dari gerai kecil di mall sampai kedai tenda ala drama. Fenomena ini nggak lepas dari demam Korea yang melanda Indonesia. Ya, gelombang Hallyu memang membawa lebih dari sekadar lagu dan sinetron. Mereka juga membawa selera makan.

Menurut sejumlah pengamat, ada korelasi kuat antara adegan makan di drama Korea dengan minat masyarakat terhadap K-Food. Siapa yang nggak tergoda melihat kimchi merah menyala atau daging bulgogi yang mengepul? Visual makanan di layar itu bikin penasaran, dan akhirnya orang mencari tempat untuk mencobanya sendiri.

Merespons antusiasme ini, K-Food pun ambil bagian dalam SIAL Interfood 2025 yang digelar 12-15 November lalu di Jakarta. Pameran ini jadi bukti nyata bahwa Korea serius menggarap pasar Indonesia. Dukungan datang langsung dari Kementerian Pertanian, Pangan, dan Pedesaan Korea, plus Badan Pengembangan Perdagangan Produk Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Korea (aT).

"Indonesia butuh pendekatan strategis," tegas Jeon Ki-Chan, Direktur Ekspor Makanan aT. Alasannya sederhana: populasi besar berarti potensi konsumsi yang tinggi. Ini peluang emas yang sayang untuk dilewatkan.

Di paviliun khusus, 24 perusahaan eksportir K-Food unggulan memamerkan produk terbaik mereka. Mulai dari kimchi yang sudah jadi ikon, aneka mie instan yang sering muncul di drama, berbagai saus, minuman, sampai teh-teh khas Korea. Yang menarik, ada juga organisasi yang fokus pada produk pir, anggur, dan kesemek buah-buahan yang mungkin kurang familiar di sini.

Tapi yang bikin pengunjung betah adalah cooking show-nya. Delapan menu andalan diperagakan langsung: bulgogi dengan daging yang dibumbui sempurna, kimchijeon yang gurih, japchae dengan tekstur kenyalnya, lalu ada dajganjeong, tteokbokki, dan honey pear ade yang menyegarkan. Mereka nggak cuma memamerkan, tapi juga membagikan resep dalam bentuk buku. Jadi, para penggemar bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah.

Yang jelas, K-Food bukan sekadar tren sesaat. Mereka sudah membangun fondasi yang kuat di Indonesia. Dengan kombinasi antara daya tarik budaya pop dan cita rasa yang khas, kuliner Korea tampaknya akan terus merajai hati dan perut masyarakat Indonesia untuk waktu yang cukup lama.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar