Pangeran Andrew Dicabut Gelar & Diusir dari Royal Lodge, Ini Alasannya

- Kamis, 06 November 2025 | 15:12 WIB
Pangeran Andrew Dicabut Gelar & Diusir dari Royal Lodge, Ini Alasannya

Andrew Mountbatten Windsor, sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew, menghadapi perubahan besar dalam hidupnya. Setelah kehilangan status kebangsawanannya pada 17 Oktober 2025, ia kini harus meninggalkan kediaman resminya di Royal Lodge, Istana Windsor, yang telah ia tempati selama lebih dari dua dekade. Pengumuman resmi dari Buckingham Palace pada Kamis (30/10) menegaskan keputusan ini.

Buckingham Palace menyatakan bahwa Raja Charles III secara langsung memimpin proses pencabutan seluruh gelar dan kehormatan adik laki-lakinya. Sejak 30 Oktober, ia tidak lagi menyandang gelar Pangeran Andrew dan secara resmi hanya dikenali sebagai Andrew Mountbatten Windsor.

Kepindahan ini juga mempengaruhi mantan istri Andrew, Sarah Ferguson, yang turut menempati Royal Lodge dan kini harus mengatur sendiri tempat tinggal pribadinya. Meski demikian, kedua putri Andrew, Putri Beatrice dan Putri Eugenie, akan tetap mempertahankan gelar dan hak istimewa mereka sesuai dengan surat keputusan Raja George V tahun 1917.

Alasan Pencabutan Gelar Pangeran Andrew

Istana kerajaan menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga martabat dan integritas Kerajaan Inggris. Dalam pernyataannya, istana menyebutkan bahwa sanksi-sanksi ini dianggap perlu meskipun Andrew terus membantah segala tuduhan yang ditujukan kepadanya.

Selama beberapa tahun terakhir, Pangeran Andrew terus menjadi sorotan global karena hubungannya dengan mendiang Jeffrey Epstein, yang terlibat dalam berbagai kasus kontroversial dan skandal pelecehan anak di bawah umur. Kasus ini juga menyeret beberapa nama tokoh internasional lainnya.

Andrew juga menghadapi tuduhan pelecehan dari mendiang Virginia Giuffre, yang mengaku menjadi korban saat masih berusia 17 tahun. Virginia Giuffre, yang merupakan salah satu korban dalam kasus Epstein, dilaporkan meninggal dunia di usia 41 tahun.

Meski berbagai tuduhan telah dilayangkan, Andrew melalui pernyataan resmi Buckingham Palace tetap bersikeras membantah segala tuduhan terkait pelecehan seksual tersebut. Sebaliknya, Raja Charles III menyatakan dukungan dan simpati bagi para korban serta penyintas segala bentuk kekerasan.

Komentar