Garam Dibutuhkan Tubuh untuk Fungsi Otak dan Jantung, Guru Besar UI Ingatkan Konsumsi Proporsional

- Jumat, 05 Juni 2026 | 06:00 WIB
Garam Dibutuhkan Tubuh untuk Fungsi Otak dan Jantung, Guru Besar UI Ingatkan Konsumsi Proporsional

Garam, yang sering kali dianggap sebagai biang keladi tekanan darah tinggi, ternyata memiliki peran krusial yang tidak bisa diabaikan oleh tubuh manusia. Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, Profesor Agustino Zulys, menegaskan bahwa konsumsi garam dalam jumlah yang tepat justru diperlukan untuk menunjang berbagai fungsi vital, termasuk kerja otak dan jantung.

Menurut Profesor Zulys, tubuh manusia membutuhkan asupan garam setiap hari untuk mendukung aktivitas biologis. Dalam sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya, ia mengungkapkan bahwa di dalam tubuh terdapat sekitar 100 hingga 250 gram garam yang berperan dalam proses berpikir. Kandungan natrium di dalam garam, jelasnya, menjadi elemen kunci yang memungkinkan sel-sel saraf di otak mengirimkan sinyal yang diperlukan untuk bergerak, berpikir, dan menjalankan berbagai aktivitas lainnya.

"Di dalam otak kita ini ada sel-sel saraf yang bekerja karena adanya ion-ion natrium salah satunya," ujarnya.

Peran garam tidak berhenti pada sistem saraf. Profesor Zulys menjelaskan bahwa detak jantung yang teratur juga sangat bergantung pada keseimbangan ion natrium dan kalium yang bekerja di dalam sel-sel jantung. Ia menganalogikan mekanisme ini sebagai sebuah sistem saluran yang memungkinkan jantung berdetak secara normal.

"Kemudian juga jantung kita ini bisa berdetak dengan teratur karena apa? Karena ada sistem channel garam, ion-ion natrium, kalium di dalam sel-sel di jantung kita," tuturnya.

Meskipun demikian, kebutuhan garam harus dipenuhi secara proporsional. Kelebihan konsumsi garam, seperti yang selama ini diketahui, dapat meningkatkan risiko hipertensi. Namun di sisi lain, kekurangan garam juga membawa dampak berbahaya, seperti gangguan pada fungsi saraf dan kerja jantung.

"Kelebihan garam tidak bagus juga akan menyebabkan hipertensi, tapi kekurangan garam ini juga menyebabkan bahaya yang menyebabkan kerja jantung, kerja saraf kita akan menjadi tidak normal. Oleh karena itu, kita cukupkan makan garam seadanya," kata Profesor Zulys.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan batas konsumsi garam bagi orang dewasa, yaitu kurang dari lima gram per hari atau setara dengan sekitar satu sendok teh. Jumlah ini dinilai ideal untuk memenuhi kebutuhan tubuh sekaligus menekan risiko penyakit kardiovaskular. Masyarakat pun disarankan untuk menghindari pola makan yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah garam agar fungsi otak, saraf, dan jantung tetap bekerja secara optimal.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar