Tren fashion quiet luxury tidak lagi menjadi monopoli merek-merek mahal asal luar negeri. Di kalangan Generasi Z, gaya berpakaian yang mengedepankan tampilan bersih, sederhana, dan elegan kini mulai beralih ke produk-produk lokal dengan desain minimalis yang tetap berkelas. Pergeseran selera ini tampak jelas dalam gelaran GlamLocal yang berlangsung bersamaan dengan Indonesia Women Fest di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Alih-alih memilih pakaian dengan logo mencolok, banyak perempuan muda justru mencari busana berpotongan simpel, warna lembut, dan material nyaman yang bisa dikenakan sepanjang hari.
Gaya quiet luxury sendiri identik dengan penampilan mahal tanpa kesan berlebihan. Ciri khasnya meliputi dominasi warna netral, potongan yang rapi, bahan premium, serta siluet yang tak lekang oleh waktu. Menariknya, brand-brand lokal kini mulai menerjemahkan tren tersebut dengan pendekatan yang lebih relevan bagi perempuan Indonesia, khususnya mereka yang aktif bekerja dan memiliki mobilitas tinggi.
Koordinator sekaligus penggagas GlamLocal, Rizky Azhar, mengungkapkan bahwa koleksi yang dihadirkan memang sengaja dirancang untuk memenuhi kebutuhan perempuan urban masa kini. Mereka ingin tampil stylish tanpa mengorbankan kenyamanan.
"Sekarang konsumen lebih suka outfit yang bahannya adem, jatuh, dan gampang dipakai dari pagi sampai malam. Karena cuaca juga panas, material seperti katun Jepang, katun tencel, sampai semi-wool mulai banyak dicari," ujar Kiky, sapaan akrabnya.
Tak hanya soal kenyamanan, tren quiet luxury versi lokal juga mulai dipadukan dengan sentuhan feminin yang lebih playful. Warna-warna seperti butter yellow, broken white, beige, hingga motif polkadot kecil menjadi favorit Gen Z pada tahun ini. Model outer ringan, setelan longgar, rok multifungsi, serta busana kantor minimalis menjadi item yang paling banyak dilirik pengunjung perempuan muda selama long weekend berlangsung.
Sejumlah merek lokal seperti Yeppuoutfit, TGIF Project, Restu Anggraini, Myminols, Wear Label, hingga Callanda Hijab turut menghadirkan koleksi dengan tampilan bersih dan mudah dipadupadankan. Pakaian-pakaian tersebut cocok digunakan untuk bekerja, nongkrong, hingga sekadar bersantai di akhir pekan.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa selera fashion Gen Z Indonesia mulai berubah. Mereka tidak lagi sekadar mengejar pakaian viral atau penuh branding, melainkan lebih mengutamakan kualitas bahan, kenyamanan, dan tampilan yang terlihat mahal secara alami. Sementara itu, pengunjung juga memanfaatkan momen midyear sale dengan diskon hingga 70 persen, yang membuat banyak koleksi brand lokal ludes diborong sejak hari pertama acara.
Kini, quiet luxury bukan lagi gaya eksklusif kalangan elite. Lewat tangan brand lokal, tampilan bersih dan klasik justru semakin dekat dengan keseharian perempuan muda Indonesia.
Artikel Terkait
Pakar: Plastik Hitam Pembungkus Daging Kurban Berbahaya, Mengandung Logam Berat dan Zat Karsinogenik
Mister Aladin Luncurkan Paket Wisata Seoul-Incheon 6 Hari 4 Malam Mulai Rp7,9 Juta
Dokter: Hindari Nonton Porno dan Masturbasi di Pagi Hari agar Produktivitas Tidak Terganggu
Sunan Kalijaga Mundur sebagai Kuasa Hukum, Erin Taulany Tunjuk Pengacara Baru