Tahun Kuda Api 2026: Tradisi Anjurkan Hindari Warna Merah Saat Imlek

- Senin, 16 Februari 2026 | 14:15 WIB
Tahun Kuda Api 2026: Tradisi Anjurkan Hindari Warna Merah Saat Imlek

MURIANETWORK.COM - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026 yang akan memasuki tahun Kuda Api, muncul anjuran unik dalam tradisi astrologi Tionghoa. Berbeda dari kebiasaan umum, tahun ini justru disarankan untuk menghindari penggunaan warna merah yang selama ini identik dengan perayaan Imlek. Anjuran ini didasari keyakinan bahwa kombinasi shio Kuda dan elemen Api menciptakan energi yang sangat kuat, sehingga perlu diseimbangkan dengan warna-warna tertentu.

Mengapa Warna Merah Justru Dihindari?

Dalam sistem kepercayaan feng shui dan astrologi China, tahun 2026 merupakan periode yang didominasi oleh elemen Api secara berlipat. Penggunaan warna merah, yang juga merepresentasikan elemen yang sama, dikhawatirkan justru akan memicu energi berlebihan. Kondisi ini dianggap berpotensi menciptakan ketidakseimbangan, alih-alih membawa keberuntungan seperti pada tahun-tahun biasa.

Energi api yang terlalu kuat sering diasosiasikan dengan emosi yang mudah memuncak, ketegangan, atau konflik dalam interaksi sosial. Oleh karena itu, memakai warna merah di Tahun Kuda Api dikhawatirkan dapat memperbesar dampak negatif dari energi yang sudah kuat secara alami tersebut.

Rekomendasi Warna Penyeimbang

Lantas, warna apa yang lebih dianjurkan? Sebagai gantinya, para praktisi tradisi menyarankan untuk memilih warna-warna yang bersifat menenangkan dan mampu meredam sifat panas dari elemen Api. Warna-warna seperti biru dan hitam, yang merepresentasikan elemen Air, dinilai sangat tepat untuk menciptakan keseimbangan.

Warna netral seperti putih, krem, atau abu-abu juga dapat menjadi pilihan yang baik karena membawa energi stabilitas dan ketenangan. Pemilihan warna-warna ini diharapkan dapat membantu meredam potensi sifat impulsif dan membawa harmoni sepanjang tahun.

Menghadapi Siklus Perubahan Besar

Tahun Kuda Api dikenal sebagai siklus yang relatif jarang terjadi dan sering dikaitkan dengan gelombang perubahan yang signifikan. Konteks inilah yang membuat berbagai panduan, termasuk pemilihan warna, menjadi lebih diperhatikan. Intinya adalah untuk menyikapi energi tahun ini dengan lebih hati-hati agar perubahan yang terjadi dapat diarahkan ke hal-hal yang positif.

Meski demikian, tradisi dan keyakinan ini tentu saja bersifat anjuran. Banyak masyarakat yang mungkin tetap mempertahankan warna merah sebagai bagian dari budaya dan makna filosofisnya yang dalam. Yang terpenting adalah memahami konteks di balik anjuran tersebut dan menjalani tahun baru dengan penuh kewaspadaan serta harapan akan kedamaian.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar