Sidang Isbat 17 Februari Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 2026

- Minggu, 15 Februari 2026 | 08:50 WIB
Sidang Isbat 17 Februari Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 2026

Dukungan data juga datang dari Observatorium Bosscha ITB. Hasil perhitungan mereka menunjukkan bahwa pada 17 Februari 2026, Bulan telah terbenam lebih dahulu dibandingkan Matahari. Artinya, saat matahari terbenam, bulan sudah berada di bawah ufuk.

Peta ketinggian bulan di seluruh wilayah Indonesia pun menunjukkan angka negatif, berkisar antara -1,5 hingga -3,0 derajat. Kondisi ini semakin memperkuat analisis bahwa peluang untuk melakukan rukyatul hilal pada tanggal tersebut sangatlah kecil.

Potensi Perbedaan dan Penetapan Muhammadiyah

Di sisi lain, Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan 1447 H jatuh lebih awal, yaitu pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang digunakan dalam Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) mereka, yang memungkinkan penentuan jauh hari.

Organisasi ini secara terbuka menyatakan adanya koreksi dari kalender cetak awal mereka. Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menegaskan bahwa koreksi ini dilakukan demi menjaga akurasi ilmiah dan konsistensi dalam penetapan waktu ibadah.

Menunggu Keputusan Pemerintah dengan Tenang

Menyikapi kemungkinan adanya perbedaan ini, pemerintah melalui Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, mengajak seluruh masyarakat untuk bersikap tenang dan menunggu hasil resmi sidang isbat. Ajakan ini sejalan dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menganjurkan untuk mengikuti ketetapan pemerintah dalam hal penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah demi menjaga persatuan umat.

Pada akhirnya, sidang isbat menjadi titik temu antara ilmu pengetahuan, hukum agama, dan kebijakan negara. Keputusan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi pedoman bersama, mengedepankan ukhuwah Islamiyah di tengah keragaman metode yang digunakan.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar