Sarapan pagi itu penting, lho, buat bekal anak-anak menjalani hari. Bukan cuma sekadar isi perut kosong, tapi manfaatnya banyak banget. Mulai dari menyuplai energi, bikin konsentrasi lebih tajam, sampai menenangkan si kecil sebelum beraktivitas. Bahkan, kebiasaan baik ini bisa terbawa sampai mereka dewasa nanti.
Tapi, ada satu hal yang sering luput. Nyatanya, nggak semua makanan itu cocok dijadikan menu sarapan. Soalnya, makanan atau minuman yang tinggi gula, lemak jenuh, dan karbohidrat olahan justru berisiko. Bisa-bisa gula darah anak melonjak, lalu efeknya malah bikin lemas dan ngantuk di sekolah.
Nah, biar nggak salah pilih, yuk kita kupas tuntas jenis-jenis makanan yang sebaiknya ada dan yang perlu dihindari di meja makan pagi hari.
Sarapan Anak: Pilihan yang Tepat dan yang Harus Dihindari
1. Sereal Manis
Sereal dengan kadar gula tinggi sebaiknya dihindari. Kalau memang ingin menyajikan sereal, pilihlah yang berbahan gandum utuh. Cari yang kaya serat dan vitamin B, ya.
"Dan jangan lupa yang rendah atau tanpa gula tambahan. Mungkin bisa ditambahkan susu atau pun buah untuk meningkatkan tambahan kalori," kata dokter spesialis anak, dr. Reza Abdussalam, Sp.A.
2. Roti dan Selai
Menurut dr. Reza, paduan roti dan selai manis menghasilkan karbohidrat berlebihan. Kombinasi ini kurang dianjurkan karena bisa bikin anak cepat lapar lagi.
"Dan mungkin akan menjadikan anak makan berlebihan pada makan berikutnya," ucapnya.
3. Roti dan Telur Dadar
Nah, kalau yang ini justru cukup bagus, terutama buat anak yang sudah bosan dengan nasi. Kehadiran telur sebagai protein hewani menambah nilai gizinya.
4. Telur Rebus
Telur memang sumber protein hewani yang cocok untuk anak. Tapi dr. Reza mengingatkan, jangan cuma kasih telur rebus saja. Perlu ditunjang dengan karbohidrat.
"Kalau tidak ada karbohidrat, maka aktivitas anak akan terganggu. Jadi, tetap tambahkan karbohidrat untuk melengkapi nutrisinya," tuturnya.
5. Nugget dan Sosis
Ingin menyajikan nugget atau sosis? Boleh-boleh saja. Tapi lebih disarankan yang homemade atau buatan sendiri. Lebih terjamin kandungan dan kebersihannya.
6. Nasi Goreng
Menu yang satu ini praktis dan mudah dibuat. Tinggal campurkan protein hewani favorit si kecil ke dalam nasi.
"Sangat baik ketika nasi gorengnya bisa ditambahkan dengan sayur dan protein, seperti telur dan ayam," jelas dr. Reza.
7. Smoothies
Minuman kental dari campuran buah dan sayur ini memang praktis. Tapi sayangnya, kurang disarankan untuk sarapan.
"Anak-anak mungkin bisa mendapat vitamin, mineral, atau protein dari smoothies tersebut. Akan tetapi, kalau terlalu banyak buah yang dimasukkan, maka akan meningkatkan jumlah gula tambahan," paparnya.
8. Susu
Mau kasih susu saja? Boleh, tapi jangan dijadikan menu tunggal. Soalnya, susu saja tidak bisa menggantikan kalori dari makanan padat.
"Mungkin susu dipertimbangkan untuk sebagai suplemen atau tambahan setelah anak makan makanan padatnya," tutup dr. Reza.
Jadi, dengan memilih menu sarapan yang tepat, kita sudah membantu si kecil punya energi optimal untuk menjalani harinya. Semangat pagi dimulai dari piring yang tepat!
Artikel Terkait
Andre Taulany Buka Suara soal Kasus Dugaan Penganiayaan Mantan Istri, Pilih Tak Banyak Komentar
Kuasa Hukum Nikita Mirzani Minta Dirjen Pajak Audit Penghasilan Rp6,7 Miliar Reza Gladys
Daehoon Na Ultimatum Mantan Istri dan Kekasihnya: Jangan Seret Anak ke Konflik Rumah Tangga
Elly Sugigi Resmi Menikah untuk Keenam Kalinya dengan Mahar Emas 100 Gram dan Satu Unit Apartemen