Di Asia, varian ini sudah menyebar sejak pertengahan tahun. Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Thailand termasuk yang melaporkan. Meski jadi varian dominan, tren kasus flu di negara-negara itu justru menurun dalam dua bulan terakhir. Situasi serupa terjadi di Indonesia.
Hasil surveilans di dalam negeri menunjukkan influenza A(H3) memang dominan. Tapi, tren kasusnya juga turun belakangan ini. Pemeriksaan whole genome sequencing yang rampung pada 25 Desember lalu mengonfirmasi subclade K sudah terdeteksi sejak Agustus 2025 lewat sistem pemantauan ILI-SARI di sejumlah fasilitas kesehatan.
“Hingga akhir Desember 2025, tercatat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak,” jelasnya.
Jadi, intinya, kewaspadaan memang perlu. Tapi, kata Kemenkes, situasinya masih bisa dikelola dengan baik.
Artikel Terkait
Mediasi Gagal, Ridwan Kamil dan Atalia Lanjut Sidang Perceraian Lewat E-Litigasi
Steffi Zamora dan Nino Fernandez Sambut Kelahiran Putri Pertama, Kaia Lanna
Atalia Lega Usai Sidang, Meski Akun Palsu dan Rumor Masih Bergentayangan
Jangan Cuma Rebahan, Ini Trik Jaga Tubuh Tetap Fit Saat Liburan