UKM Woodball UNUSA: Dua Bulan Bergabung, Windi Raih Emas di Ajang Prestisius

- Sabtu, 20 Desember 2025 | 12:06 WIB
UKM Woodball UNUSA: Dua Bulan Bergabung, Windi Raih Emas di Ajang Prestisius

Di tengah ragam olahraga populer, ada satu nama yang mungkin masih asing di telinga banyak orang: Woodball. Bayangkan saja, permainannya mirip golf, tapi tongkatnya seperti palu dan bolanya lebih besar. Tujuannya sederhana: memukul bola itu hingga masuk ke dalam lubang. Meski belum masif, olahraga ini punya ruang tersendiri di kampus Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA).

Kampus ini punya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) khusus Woodball. Memang, peminatnya tak berjubel. Tapi jangan salah, kelompok ini justru berhasil mencuri perhatian dengan torehan prestasi yang cukup mentereng. Baru-baru ini, di ajang Piala Koni Surabaya 2025, tiga mahasiswi UNUSA sukses membawa pulang medali.

Mereka adalah Windi Amelia Sirfefa, Imelva Devanti Permitasari, dan Jenita Rahmawati. Hasilnya? Satu emas dan dua perunggu, masing-masing dari kategori yang mereka ikuti. Padahal, masa bergabung mereka dengan UKM ini terhitung masih baru. Ternyata, niat dan ketekunan yang kuat bisa mengantar mereka ke podium juara.

Windi, si peraih medali emas kategori single fairway, mengaku terinspirasi oleh seniornya, Barokatul Ambiyak, yang dikenal sebagai atlet berprestasi di kampus.

“Yang menarik dari Woodball itu cara mainnya yang mirip golf, hanya saja bolanya lebih besar dan menggunakan mallet untuk memukul bola masuk ke dalam gawang,” ungkap Windi suatu Sabtu di akhir Desember.

Mahasiswi semester 5 Pendidikan Dokter itu menjelaskan, mallet itu istilah untuk stick pemukul dalam Woodball. Baginya, kunci pencapaian ini adalah niat. Ia baru dua bulan ikut UKM, tapi langsung bisa meraih emas.

Gadis asal Kaimana, Papua Barat ini memang punya darah olahraga. Sejak kecil ia sudah akrab dengan sepeda, lalu beralih ke pencak silat waktu SMP. Hingga kini, dua olahraga itu masih ia geluti.

“Sekarang memang menekuni dua olahraga itu, pencak silat sama Woodball,” imbuhnya.

Untuk mendalami Woodball, Windi tak cuma mengandalkan jadwal latihan rutin. Ia sering berlatih sendiri di luar waktu resmi. Tujuannya, meningkatkan skill dan melatih fokus. Menurutnya, mengontrol konsentrasi adalah hal krusial dalam permainan ini. Ia punya prinsip sederhana: selalu datang lebih awal sebelum pelatih tiba.

“Biar bisa latihan dulu, jadi nanti kalau coach datang sudah semakin baik,” tegasnya.

Kini, diamanahkan sebagai Ketua UKM Woodball UNUSA, Windi punya target yang jelas. Ia ingin membawa seluruh anggotanya bisa lolos dan bersaing di Piala Walikota. Harapannya tentu saja, prestasi kampus dan diri mereka sendiri bisa terus melejit.

Komentar