Capex Rp 8,02 Triliun & Laba Bersih BRPT Melonjak 2.882% di 2025

- Rabu, 12 November 2025 | 17:48 WIB
Capex Rp 8,02 Triliun & Laba Bersih BRPT Melonjak 2.882% di 2025
Laporan Keuangan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 2025: Capex dan Laba Bersih Melesat

Laporan Kinerja PT Barito Pacific Tbk: Capex Rp 8,02 Triliun dan Laba Bersih Melonjak Tajam

PT Barito Pacific Tbk, yang diperdagangkan dengan kode saham BRPT, mengumumkan realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) yang signifikan. Hingga September 2025, capex perusahaan telah mencapai USD 480 juta, setara dengan sekitar Rp 8,02 triliun.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Direktur dan Sekretaris Perusahaan, David Kosasih, dalam acara Public Expose yang diselenggarakan secara daring. David menjelaskan bahwa alokasi dana belanja modal ini sebagian besar ditujukan untuk mendanai berbagai proyek strategis perusahaan.

Beberapa proyek utama yang menyerap anggaran capex termasuk pembangunan pabrik baru, program peningkatan kapasitas di sektor aset energi terbarukan, serta beberapa aktivitas akuisisi strategis yang dilakukansepanjang tahun 2025. Salah satu akuisisi yang disebutkan adalah akuisisi terhadap Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. (ACE).

Laba Bersih BRPT Mencapai Rp 30,3 Triliun

Di sisi profitabilitas, PT Barito Pacific Tbk membukukan kinerja yang sangat gemilang. Perusahaan mencatatkan laba bersih setelah pajak sebesar USD 1,819 juta atau sekitar Rp 30,3 triliun untuk periode sembilan bulan pertama tahun 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan yang fenomenal, melonjak 2.882 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pendapatan konsolidasi grup Barito Pacific juga menunjukkan tren positif yang kuat. Pada periode Januari hingga September 2025, pendapatan konsolidasi mencapai USD 5,564 juta atau sekitar Rp 92,5 triliun. Ini merupakan kenaikan sebesar 231,8 persen dari realisasi pendapatan di periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi Segmen Bisnis dan Kinerja Keuangan Lainnya

Dari total pendapatan yang diraih, kontributor terbesar berasal dari segmen bisnis petrokimia. Segmen ini menyumbang USD 5,102 juta atau sekitar Rp 84,9 triliun, yang tumbuh pesat sebesar 314 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, segmen energi memberikan kontribusi sebesar USD 457 juta atau Rp 7,6 triliun dengan pertumbuhan 3,6 persen. Segmen bisnis lainnya tetap stabil dengan pendapatan sebesar USD 4 juta.

Kinerja keuangan lain yang juga menguat adalah EBITDA konsolidasi. Metrik ini naik tajam sebesar 421 persen menjadi USD 2,219 juta. Peningkatan ini juga berdampak pada margin EBITDA yang menjadi lebih sehat, naik dari 25,4 persen menjadi 39,9 persen.

Hingga akhir September 2025, total aset Barito Pacific dilaporkan mengalami peningkatan menjadi USD 16,011 juta atau sekitar Rp 266,4 triliun, meningkat 52 persen dari posisi akhir tahun 2024. Di sisi lain, total liabilitas perusahaan berada di angka USD 9,637 juta atau Rp 160,3 triliun, sementara ekuitas mengalami kenaikan menjadi USD 6,374 juta atau setara dengan Rp 106 triliun.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar