Kemajuan Proyek Kilang Pertamina: RFCC Balikpapan Mulai Beroperasi
PT Pertamina telah memulai tahap awal pengoperasian unit pengolahan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang merupakan bagian vital dari Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Pengoperasian unit ini menandai tonggak penting dalam peningkatan kapasitas kilang nasional.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan bahwa unit RFCC ini dirancang untuk memproduksi solar, avtur, dan LPG. Ia menekankan bahwa proyek ini berjalan secara terintegrasi dengan infrastruktur pendukung lainnya.
Teknologi RFCC memegang peran kritis dalam industri pengolahan minyak. Teknologi ini mengubah residu atau sisa minyak mentah menjadi produk-produk bernilai tinggi. Keberadaan RFCC di Kilang Balikpapan akan menjadikannya unit RFCC terbesar yang dioperasikan oleh Pertamina, yang secara signifikan akan meningkatkan output dan kualitas produk BBM.
Selain RFCC, Pertamina juga memiliki target untuk mengoperasikan unit nafta block yang difokuskan untuk produksi bensin pada tahun 2026. Secara keseluruhan, proyek RDMP Balikpapan diharapkan dapat mendongkrak kapasitas produksi bahan bakar minyak nasional dan memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Keputusan Investasi Akhir Kilang Tuban Ditargetkan Akhir 2025
Di proyek kilang lainnya, Pertamina sedang mempersiapkan Final Investment Decision (FID) atau Keputusan Investasi Akhir untuk Proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban. Simon Mantiri memproyeksikan proses FID ini akan rampung pada awal Desember 2025.
Proyek Kilang Tuban ini adalah hasil kerja sama antara Pertamina dan perusahaan energi asal Rusia, Rosneft, melalui perusahaan patungan yang dibentuk pada tahun 2017. Setelah FID selesai, perusahaan akan melakukan evaluasi akhir untuk menentukan kelayakan dan kelanjutan dari megaproyek ini.
Pertamina berkomitmen untuk memberikan pembaruan informasi mengenai perkembangan proyek strategis nasional ini dalam beberapa minggu ke depan, seiring dengan finalisasi proses FID.
Artikel Terkait
Wall Street Dibuka Menguat, Investor Fokus ke Data Inflasi Kunci
PTPP Rampungkan Pembangunan Kampus UIN Malang Tahap II Senilai Rp674,66 Miliar
Nagita Slavina Berpotensi Jadi Pengendali Baru Emiten VISI
Rupiah Melemah ke Rp16.828 Didorong Tekanan Fiskal dan Data AS