Alfamidi Perkuat Ekonomi Rakyat dengan Dukung Program G2-10 Gorontalo Utara
Alfamidi memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Program G2-10 yang diusung oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara. Program strategis ini bertujuan untuk menjaga stabilitas ketahanan pangan sekaligus mengakselerasi penguatan ekonomi kerakyatan di daerah tersebut.
Apa Itu Program G2-10 Gorontalo Utara?
Program G2-10 adalah sebuah gerakan masyarakat yang mengajak setiap keluarga untuk beternak dua ekor kambing dan sepuluh ekor ayam. Tujuan utamanya adalah untuk mendongkrak pendapatan ekonomi keluarga serta menjamin kecukupan gizi, khususnya bagi anak-anak dalam rumah tangga.
Bentuk Kontribusi Nyata Alfamidi
Sebagai bentuk komitmen nyata, Alfamidi menyalurkan bantuan hewan ternak yang terdiri dari 10 ekor kambing dan 50 ekor ayam. Penyerahan bantuan ini dilakukan secara langsung kepada Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, dalam acara peresmian Program G2-10 Plus dan Agromopomulo. Acara tersebut berlangsung di Kecamatan Sumalata Timur, Gorontalo Utara.
Bupati Thariq Modanggu menyampaikan apresiasi yang tinggi atas partisipasi Alfamidi. Beliau menegaskan bahwa dukungan ini merupakan contoh sinergi yang solid antara institusi pemerintah dan pelaku dunia usaha dalam upaya pemberdayaan masyarakat.
Di sisi lain, Branch Manager Alfamidi Manado, Achmad Basuki, menegaskan bahwa langkah ini adalah bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) Alfamidi. Kolaborasi dengan pemerintah daerah akan terus dijalin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan di tingkat lokal.
Dukungan Alfamidi terhadap Program G2-10 ini diharapkan dapat memicu semangat kemandirian masyarakat Gorontalo Utara dan menciptakan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan mereka.
Artikel Terkait
Pertamina Geothermal Kembangkan Hidrogen Hijau dari Panas Bumi untuk Terminal Tanjung Sekong
Bursa Asia Melemah Ikuti Wall Street, Kecuali Korea Selatan
Harga Emas Antam Turun Rp43.000 per Gram pada Jumat Pagi
BWPT Terbitkan Obligasi Rp98 Miliar untuk Perkuat Modal Kerja