Antusiasme investor terhadap produk KIK-EBAS ini dilaporkan sangat tinggi sejak peluncurannya, mencerminkan tingginya minat terhadap instrumen investasi syariah di sektor infrastruktur. Edward menegaskan bahwa produk ini merupakan inovasi pertama di Indonesia yang menggabungkan prinsip syariah dengan aset jalan tol.
Produk KIK-EBAS didukung oleh surat berharga ijarah hak pendapatan tol dari PT Jakarta Lingkar Barat Satu, yang berasal dari manfaat ruas Tol JORR W1. Nilai penerbitan mencapai Rp 1,8 triliun untuk kelas A dan minimum Rp 150 miliar untuk kelas B dengan jangka waktu efek selama tujuh tahun.
Investor yang memilih efek kelas A akan memperoleh indikasi imbal hasil sebesar 8,5% per tahun. Produk ini telah memperoleh peringkat idAAA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), menunjukkan kualitas kredit yang sangat kuat. Sebagai bank kustodian, PT Bank Maybank Indonesia Tbk ditunjuk untuk memastikan pengelolaan aset dan dana dilakukan secara aman sesuai prinsip syariah.
Artikel Terkait
IHSG Melemah, Saham Energi Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah
Fitch Naikkan Proyeksi Harga Tembaga dan Emas, Saham Tambang Diuntungkan
IHSG Tertekan, Saham Konglomerasi dan Perbankan Babak Belur
Pasar Saham Asia Terpukul Imbas Konflik Timur Tengah dan Ancaman Stagflasi