PT Garuda Indonesia (GIAA) berencana melakukan aksi korporasi besar dengan menerbitkan 315,61 miliar saham seri D. Penerbitan saham ini dilakukan melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) dan melibatkan PT Danantara Asset Management sebagai investor.
Total dana yang akan dihimpun dari penerbitan saham Garuda Indonesia ini mencapai Rp 23,67 triliun. Dana tersebut terdiri dari setoran modal tunai sebesar Rp 17,02 triliun dan konversi pinjaman pemegang saham senilai Rp 6,65 triliun.
Alokasi dana hasil rights issue ini akan digunakan sepenuhnya untuk memperkuat kondisi keuangan Garuda Indonesia. Sebanyak 37% dana akan dialokasikan untuk modal kerja dan operasional, termasuk perawatan pesawat. Sementara 63% sisanya akan digunakan untuk meningkatkan modal anak perusahaan Citilink Indonesia.
Restrukturisasi keuangan Garuda Indonesia ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya di tahun 2022. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan likuiditas perusahaan.
Rencana penerbitan saham baru Garuda Indonesia akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dijadwalkan pada 12 November 2025. Perseroan memastikan langkah ini telah mendapatkan persetujuan dari BP BUMN dan Presiden RI.
Dengan implementasi PMTHMETD ini, manajemen memproyeksikan perbaikan signifikan pada laporan keuangan Garuda Indonesia. Ekuitas perusahaan diprediksi akan kembali positif menjadi USD 183 juta di akhir 2025, sementara rasio lancar diperkirakan meningkat dari 0,44 kali menjadi 1,22 kali.
Artikel Terkait
Kemenkeu Juarai Turnamen Catur Antar-Emiten dan Kementerian di BEI
Prospek Bank Syariah Cerah di Tengah Tekanan Pasar Modal, Bisnis Emas dan Haji Jadi Motor Pertumbuhan
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.881 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Fiskal Domestik dan Ketidakpastian Moneter Global
KWT Mawar 8 di Tangerang Jaga Kualitas Sayur Hidroponik, Utamakan Mutu Dibanding Volume Panen