Di kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (25/12) lalu, suasana terasa berbeda. Acara penyerahan uang rampasan negara senilai Rp 6,6 triliun ke kas negara bukan satu-satunya hal penting yang terjadi. Presiden Prabowo Subianto hadir langsung, menyimak dengan seksama.
Di hadapan Presiden, Jaksa Agung ST Burhanuddin tak cuma menyerahkan dana. Ia juga menyampaikan laporan penting soal upaya pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo. Menurutnya, percepatan pemulihan kawasan hutan itu sedang berjalan.
“Bapak Presiden, hadirin yang saya muliakan,” ujar Burhanuddin memulai laporannya.
“Dapat kami laporkan juga berkaitan dengan percepatan pempatan pemulihan Taman Nasional Tesso Nilo, Satgas PKH telah melakukan berbagai langkah strategis untuk melakukan relokasi penduduk.”
Langkahnya konkret. Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) bersama Kejagung telah bergerak merelokasi warga yang tinggal di dalam kawasan taman nasional. Prosesnya tidak sederhana, tentu saja.
Burhanuddin melanjutkan, pihaknya telah mendata semua penduduk beserta sarana-prasarananya. Angkanya cukup besar. Tercatat ada tujuh permukiman yang tersebar di tujuh desa, dihuni oleh 5.733 kepala keluarga. Total jiwa mencapai 22.183 orang, dengan jumlah bangunan rumah sebanyak 573 unit.
Artikel Terkait
Tim Troya Siapkan Gugatan PMH ke Jokowi untuk Transparansi Ijazah
American University of Beirut Kosongkan Kampus, Beralih ke Daring Imbas Ancaman Iran
Harga BBM Nonsubsidi Naik-Turun, Subsidi Pertalite dan Solar Tetap Stabil
Konflik AS-Israel-Iran Genap Sebulan, Korban Jiwa Ribuan dan Harga Minyak Melambung