OJK Catat Penawaran Umum Korporasi Tembus Rp204,56 Triliun Hingga Oktober 2025

- Sabtu, 08 November 2025 | 06:55 WIB
OJK Catat Penawaran Umum Korporasi Tembus Rp204,56 Triliun Hingga Oktober 2025

OJK Catat Penawaran Umum Korporasi Tembus Rp204,56 Triliun Hingga Oktober 2025

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan performa kuat penghimpunan dana di pasar modal Indonesia. Hingga akhir Oktober 2025, nilai Penawaran Umum oleh korporasi mencapai Rp204,56 triliun, meningkat Rp16,59 triliun dari posisi bulan sebelumnya.

Emiten Baru dan Pipeline Penawaran Umum

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, mengungkapkan terdapat 17 emiten baru yang melakukan fundraising dengan nilai Rp13,15 triliun. Selain itu, pipeline penawaran umum menunjukkan prospek positif dengan 27 rencana penawaran umum dan nilai indikatif Rp20,21 triliun.

Perkembangan Securities Crowdfunding (SCF)

Sektor Securities Crowdfunding (SCF) mencatat pertumbuhan signifikan. Selama Oktober 2025, tercatat 46 Efek baru dengan nilai dana dihimpun sebesar Rp66,04 miliar. Jumlah penerbit baru SCF bertambah 23, sehingga total mencapai 547 penerbit.

Secara kumulatif sejak pemberlakuan ketentuan SCF hingga 29 Oktober 2025, telah terjadi 923 penerbitan Efek dengan total dana dihimpun mencapai Rp1,72 triliun. Jumlah pemodal yang terlibat dalam SCF telah mencapai 188.315 investor.

Pasar Derivatif Keuangan

Di pasar derivatif keuangan, periode 10 Januari hingga 30 Oktober 2025 mencatat 115 pihak yang memperoleh persetujuan prinsip OJK. Rinciannya meliputi 4 penyelenggara pasar berjangka, 23 pedagang penyelenggara Sistem Perdagangan Alternatif (SPA), 65 pialang berjangka, 15 bank penyimpanan marjin, 6 penasihat berjangka, 1 asosiasi, dan 1 lembaga sertifikasi profesi.

Volume Transaksi Derivatif

Transaksi derivatif keuangan dengan underlying asset berupa Efek menunjukkan aktivitas tinggi. Volume transaksi pada Oktober 2025 mencapai 62.208 lot, sehingga total volume transaksi year-to-date tercatat 874.432 lot.

Dari sisi frekuensi transaksi, terjadi penambahan sebanyak 275.882 kali pada bulan laporan, dengan total frekuensi transaksi year-to-date mencapai 3.865.053 kali.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar