Ditegaskannya, bioenergi adalah energi masa depan Indonesia di tengah tren kemandirian energi yang terus menurun. "Independence energi kita makin lama makin menurun. Domestic supply turun terus. Harusnya kita melakukan sesuatu. Salah satunya adalah bioenergi adalah solusi," ungkap Ali.
Biofuel Sebagai Langkah Futuristik dan Pemenuh Pilar Energi
Implementasi biofuel dinilai sebagai pemikiran futuristik yang dapat membebaskan Indonesia dari jerat kemiskinan energi dan ketergantungan pada impor energi fosil. Konsep ini sejalan dengan prinsip empat pilar keamanan energi:
- Ketersediaan (availability)
- Aksesibilitas (accessibility)
- Keterjangkauan (affordability)
- Penerimaan (acceptability)
Biofuel dinilai mampu memenuhi keempat prinsip tersebut. "Bioenergi, bioetanol, itu adalah langkah nyata kita menuju keberlanjutan," tegas Ali.
Selain aspek keberlanjutan (sustainability), pengembangan biofuel juga dapat mendorong terwujudnya kedaulatan energi (sovereignity), yang pada akhirnya membawa Indonesia menuju kemandirian energi yang seutuhnya.
"Tanpa kedaulatan, mustahil kita mendapatkan ketahanan energi. Itu bisa kita perjuangkan, salah satunya adalah proses transisi menuju energi terbarukan, salah satunya dengan bioetanol, biodiesel, bioenergi," tutup Ali.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Ubah Skema Pembiayaan Koperasi Desa, APBN Kini Tanggung Utang
Pemerintah Targetkan 400.000 Unit Bedah Rumah pada 2026
CDIA Resmikan Kapal Kimia Cair 9.000 DWT, Siap Layar 2026
PTBA Targetkan Reaktivasi Tambang Warisan Dunia Ombilin pada 2026