Kementerian Pertanian (Kementan) mengalokasikan dana investasi sebesar Rp 20 triliun untuk membangun peternakan ayam pedaging dan ayam petelur terintegrasi di berbagai wilayah di Indonesia. Program strategis ini bertujuan mendukung pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pendanaan pembangunan peternakan ayam ini akan bersumber dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi dan mencegah potensi kekurangan (shortage) pasokan telur dan ayam di masa depan.
Lokasi pembangunan peternakan unggas terintegrasi ini akan diprioritaskan di daerah-daerah yang masih mengalami kekurangan pasokan. Saat ini, tahap pra-studi kelayakan (pra-feasibility study) sedang berjalan dengan target pembangunan dapat dimulai pada awal tahun 2026.
Program investasi peternakan ayam ini merupakan bagian dari agenda besar hilirisasi sektor pertanian dan pangan, yang total nilai investasinya mencapai Rp 371 triliun. Melalui pembangunan peternakan ini, pemerintah menargetkan dapat memenuhi kebutuhan tambahan untuk program MBG, yaitu sekitar 700 ribu ton telur dan 1,1 juta ton ayam pedaging per tahun.
Artikel Terkait
Wall Street Dibayangi Kekhawatiran AI dan Data Ekonomi, Indeks Utama Melemah
Jababeka Targetkan Penjualan Rp3,75 Triliun pada 2026, Kendal Jadi Penopang Utama
BEI Cabut Status Papan Khusus Saham RLCO Mulai 10 Februari 2026
MR DIY Konversikan 21 Juta Saham untuk Program Karyawan dan Manajemen