Investasi Hilirisasi Pertanian Rp 371 Triliun: Potensi Serap 8 Juta Tenaga Kerja
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengumumkan rencana investasi hilirisasi di sektor peternakan dan perkebunan yang mencapai nilai fantastis, yaitu Rp 371 triliun.
Dari sisi ketenagakerjaan, Amran menilai investasi ini memiliki potensi besar untuk menyerap hingga 8 juta tenaga kerja jika dijalankan secara penuh. Untuk tahap awal yang sedang dirancang, penyerapan tenaga kerja ditargetkan sekitar 3 juta orang dalam tiga tahun ke depan, atau rata-rata 1 juta tenaga kerja per tahun dari sektor peternakan dan perkebunan.
“Total kalau Rp 371 triliun itu 8 juta (tenaga kerja). Tapi yang kita rancang ini tadi adalah 1,6 juta (tenaga kerja) bagi dua 800 an kurang lebih 1 juta (tenaga kerja). Kan 3 tahun nih, ada dua berjalan peternakan perkebunan. Itu total kurang lebih 3 juta (tenaga kerja), jadi 1 juta (tenaga kerja) per tahun,” jelas Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (7/11).
Dana investasi yang sangat besar ini dialokasikan untuk meningkatkan nilai tambah di rantai produksi pertanian, pangan, peternakan, hortikultura, dan perkebunan. Amran menyebutkan bahwa kajian pra feasibility study (FS) akan segera diselesaikan dan diserahkan kepada Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani.
"Beliau yang menentukan nanti, tapi tadi kita sudah sepakati semua. Prinsipnya kita sudah sepakati, dan kita percepat," tutur Amran.
Adapun sejumlah komoditas yang akan diprioritaskan dalam program hilirisasi ini meliputi kelapa, kakao, mente, kelapa sawit, dan kelapa dalam. Sementara dari sektor peternakan, fokus akan diberikan pada ayam pedaging dan produksi telur terintegrasi.
“Hal-hal yang penting dari seluruh investasi yang kita percepat adalah potensi adalah kelapa, kakao, mente, kelapa sawit, kelapa dalam, kemudian peternakan ayam, pedaging, dan telur terintegrasi,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Direktur Utama MDTV, Lie Halim, Mundur Jelang Akhir Masa Jabatan
Harga Emas Antam Naik Rp16.000 per Gram, Pesaing Tetap Stabil
IHSG Diproyeksi Bergerak Tak Menentu, Terjepit Sentimen Lokal dan Global
IHSG Melonjak 1,03% di Awal Pekan, Mayoritas Sektor Berada di Zona Hijau