Di bawah langit Jakarta yang sudah gelap, Monas berdiri megah. Sabtu malam itu, kawasan itu tak seperti biasa. Suasana khidmat menyelimuti acara bertajuk "A Sacred Night for World Peace and Global Harmony". Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir di tengah kerumunan, menyampaikan pesan yang terdengar sederhana namun mendalam: perdamaian dunia ternyata berawal dari diri kita sendiri.
“Kedamaian sejati nggak cuma lahir dari forum-forum besar tingkat internasional,” ujarnya.
Menurut Pramono, semuanya berpangkal pada komitmen tiap orang untuk sungguh-sungguh menghargai perbedaan.
Dalam keterangannya yang dilansir Antara, Minggu (19/4/2026), Pramono lantas menyelipkan sebuah ajaran. Ia mengingatkan nilai luhur Ahimsa dari Hindu, sebuah prinsip untuk tidak menyakiti baik dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan.
“Nilai ini mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada kekerasan. Melainkan pada kasih, empati, dan welas asih,” tegasnya.
Di sisi lain, Gubernur tak lupa mengapresiasi inisiatif penyelenggara, Gema Sadhana. Ia menilai ruang kebersamaan lintas iman seperti ini penting sebagai wadah refleksi, apalagi di tengah dinamika global yang kerap memanas. Konsep Tri Hita Karana juga ia singgung, sebagai penjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
Pesan yang ingin disampaikan Jakarta ke dunia pun jelas. “Kita menunjukkan bahwa Indonesia adalah rumah bagi nilai toleransi, kebersamaan, dan perdamaian,” katanya.
“Dari Jakarta, kita mengirimkan pesan bahwa kedamaian adalah tanggung jawab bersama. Harus terus dijaga.”
Sebagai kota global, komitmennya adalah menjadikan Jakarta contoh dalam merawat harmoni. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan tokoh spiritual disebutnya sebagai kunci utama. Bukan sekadar wacana, tapi untuk membangun kehidupan yang berkeadaban.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berhenti pada seremoni,” tutur Pramono.
“Tapi menjadikan nilai-nilai ini bagian dari keseharian. Menebar kemanusiaan, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kedamaian dari lingkungan terkecil sekalipun.”
Acara malam renungan suci itu sendiri dihadiri oleh sejumlah figur. Tampak hadir Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, dan Duta Besar Sri Lanka, Sashikala Premawardhane. Ketua Umum Gema Sadhana, AS Kobalen, serta sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta juga hadir menyemarakkan acara yang berlangsung penuh makna itu.
Artikel Terkait
Empat Pemain Goal Aksis Dipanggil Timnas Putri U-17 untuk TC di Prancis
Ketua TP PKK Soroti Tingginya Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Tekankan Pendidikan Keluarga
Warga Israel Gelar Unjuk Rasa di Dua Kota, Desak Penghentian Perang di Lebanon
BNI Tegaskan Investasi Bodong Rp28 Miliar di Aek Nabara Bukan Produk Resmi