Hendra Soetjipto Tan, CEO Barito Renewables, mengungkapkan bahwa dengan pengoperasian Unit Binary Salak sejak Februari 2025, total kapasitas terpasang bruto panas bumi BREN kini mencapai 910,3 MW. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 2,7% year-on-year.
BREN juga sedang menjalani proyek retrofit di Wayang Windu yang ditargetkan selesai akhir 2025. Proyek ini akan menambah kapasitas sebesar 18,4 MW. Tidak berhenti di situ, perusahaan telah memulai pengeboran eksplorasi di prospek Hamiding sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang sektor panas bumi.
Visi dan Target Masa Depan BREN
Ke depan, fokus BREN adalah pada proyek Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3, yang ditargetkan beroperasi komersial pada akhir 2026. Dengan berbagai ekspansi ini, BREN menargetkan kapasitas terpasang energi terbarukan sebesar 2,3 GW pada tahun 2032.
BREN berkomitmen untuk mempercepat ekspansi kapasitas dan memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam transisi energi terbarukan di Indonesia.
Hingga 30 September 2025, total aset BREN tercatat sebesar USD3,84 miliar, sementara total liabilitas turun 2,7% menjadi USD2,97 miliar.
Artikel Terkait
BEI Siapkan Pimpinan Sementara Jelang Pembukaan Pasar Senin
Pemerintah Pastikan Bursa Tetap Stabil Meski Ada Rotasi Pucuk Pimpinan
Prabowo Beri Sinyal Keras: Saham Gorengan Tak Akan Ditoleransi
Pemerintah Siap Babat Praktik Saham Gorengan yang Rusak Pasar Modal