Kinerja Kuartal III 2025: Pendapatan Blibli (BELI) Meroket 32% Didorong Segmen Ritel dan Toko Fisik

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 10:36 WIB
Kinerja Kuartal III 2025: Pendapatan Blibli (BELI) Meroket 32% Didorong Segmen Ritel dan Toko Fisik

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), atau yang dikenal sebagai Blibli, melaporkan kinerja keuangan kuartal III 2025 dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat. Pendapatan konsolidasi Blibli meroket 32 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp 5,64 triliun, dibandingkan Rp 4,27 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, pendapatan Blibli dalam sembilan bulan pertama 2025 juga menunjukkan tren positif dengan kenaikan 26 persen yoy, mencapai Rp 15,24 triliun.

Pertumbuhan pendapatan ini didorong oleh seluruh lini bisnis, dengan kontribusi signifikan dari kategori elektronik konsumen dan ekspansi agresif jaringan toko fisik. Meski demikian, perusahaan mencatat sedikit penurunan marjin bruto menjadi 17,6 persen dari sebelumnya 19,3 persen, yang terutama disebabkan oleh perubahan bauran produk di segmen ritel 1P.

Blibli berhasil meningkatkan take rate menjadi 8,4 persen dari 7,7 persen. Pencapaian ini ditopang oleh pertumbuhan yang solid di segmen ritel 1P dan toko fisik, yang masing-masing tumbuh 19 persen dan 28 persen.

Segmen toko fisik Blibli menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan melonjak 50 persen yoy menjadi Rp 1,32 triliun. Keberhasilan ini didukung oleh peluncuran produk baru dan ekspansi gerai merek tunggal seperti Apple dan Huawei.

Strategi omnichannel Blibli terus diperkuat, termasuk melalui integrasi platform Dekoruma untuk memperluas pengalaman belanja dalam kategori rumah dan gaya hidup. Hingga September 2025, Blibli telah mengoperasikan 236 toko elektronik, 58 gerai supermarket premium, dan 38 home and living experience centers.

CFO Blibli, Ronald Winardi, mengungkapkan laba bruto sebelum diskon perseroan mencapai Rp 5,09 triliun, naik 36 persen yoy. Efisiensi operasional juga meningkat dengan penurunan rasio beban operasional terhadap TPV menjadi 7,2 persen dari 7,4 persen. Rasio EBITDA terhadap TPV juga menunjukkan perbaikan dari -2,8 persen menjadi -2,4 persen.

“Kami mencatat pertumbuhan pendapatan yang pesat dan penurunan kerugian berkelanjutan pada kuartal ketiga. Di tengah pasar yang penuh tantangan, kami menjaga disiplin operasional dan optimistis menutup tahun ini dengan baik,” ujar Ronald Winardi.

CEO dan Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap keunggulan operasional dan strategi omnichannel memungkinkan Blibli menjaga momentum pertumbuhan serta memberikan nilai bermakna bagi pelanggan dan mitra merek.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar