Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29 persen pada kuartal II 2026 sebagai capaian yang cukup baik di tengah perlambatan ekonomi global. Secara kuartalan, ekonomi tumbuh 3,73 persen.
“Jadi angka 5,29 (persen) ini angka yang cukup baik dan kita sepanjang satu semester ini kita tumbuh sebesar 5,45 persen. Dan tumbuh ini kita menjaga terhadap dijaganya tujuh tahun pertumbuhan di atas 5 persen,” kata Airlangga dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Rabu (5/8).
Airlangga mengungkapkan pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 juga menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan ASEAN. “Sehingga dengan pertumbuhan 5,45 persen sepanjang satu semester ini juga di antara negara lain termasuk di ASEAN itu salah satu adalah top, salah satu yang top,” ungkapnya.
Meski demikian, Vietnam masih mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 8 persen. Indonesia tetap berada di kelompok teratas di kawasan.
Airlangga juga menyoroti pertumbuhan ekonomi antarwilayah. Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan 6,1 persen, melampaui rata-rata nasional, didorong pemulihan sektor pariwisata.
“Nah ini menunjukkan bahwa sektor tourism itu sudah bisa juga bergerak untuk mensejahterakan wilayah-wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Dan tourism itu baik dari wisatawan Nusantara maupun wisatawan asing,” tutur Airlangga.
Sementara itu, Pulau Jawa masih menjadi motor utama perekonomian nasional dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 56,4 persen dan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,65 persen.
Artikel Terkait
Apindo: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Positif, tapi Momentum Perlu Dijaga
Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, Menkeu: Belum Cukup Kuat
BPS: Gaji 13 dan MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2026
Ekonomi Kuartal II Tumbuh 5,29 Persen, Tertinggi dalam Setahun Terakhir