Dua kali dalam sepekan, Herna Sumiratna (41) melangkahkan kaki menuju ruang hemodialisis di RSUD KHZ Mustafa, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Dalam tiga tahun terakhir, ia harus rutin menjalani terapi cuci darah setelah hipertensi yang dideritanya berkembang menjadi gagal ginjal kronis.
Di balik perjuangan melawan penyakit itu, Herna mengaku bersyukur karena tidak perlu memikirkan biaya pengobatan. Ia terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), sehingga seluruh layanan kesehatannya ditanggung oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Rutinitas yang dulu tak pernah terbayangkan itu kini menjadi bagian dari hidupnya. Herna menceritakan, semua berawal ketika tekanan darahnya tak kunjung terkendali. Hingga suatu hari, ibu rumah tangga ini harus menerima kenyataan pahit: dokter mendiagnosisnya mengalami gagal ginjal kronis akibat penurunan fungsi ginjal.
"Diagnosis tersebut membuat saya begitu kaget dan terpukul," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).
Sejak saat itu, setiap Selasa dan Jumat menjadi jadwal tetap yang harus dijalaninya. Derau mesin cuci darah di ruangan hemodialisis seolah menjadi pengingat bahwa terapi ini kini menyatu dengan kesehariannya.
"Selama saya menjalani cuci darah di sini, pelayanan dari dokter dan perawat sangat ramah, selalu memberikan semangat kepada kami," kata Herna.
Bagi Herna, JKN adalah penopang utama dalam menjalani pengobatan. Tanpa program ini, ia mungkin harus memilih antara berobat atau memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran JKN membuatnya lebih tenang dan fokus menjalani terapi.
Herna menegaskan, JKN bukan hanya melindungi dirinya, tetapi juga keluarganya. Ia berharap program ini terus bertahan dan semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
"Terkhusus untuk pengidap penyakit kronis, saya yakin mereka juga merasakan hal yang sama dengan saya. Berkat JKN, perlindungan kesehatan kami terjamin dan tidak perlu khawatir akan biaya," tutur wanita asal Singaparna tersebut.
Di akhir perbincangan, Herna menyampaikan apresiasi kepada BPJS Kesehatan dan RSUD KHZ Mustofa yang telah memberikan pelayanan terbaik. Ia berharap pelayanan yang sudah dirasakannya dapat dipertahankan agar manfaat JKN semakin baik lagi.
"Semoga yang baik dipertahankan dan yang kurang ditingkatkan. Mari menjadi peserta JKN agar kesehatan kita terlindungi dan seandainya sakit pun tidak perlu lagi khawatir akan biaya," pungkasnya.
Artikel Terkait
IDI Panggil Dokter yang Diduga Hina Pasien BPJS, Akan Periksa Etik
Keluarga Yurizal Minta Warganet Hentikan Hujatan ke Dokter dan Nakes
Adik Pasien BPJS Yurizal Buka Suara Usai Dokter dan Nakes Minta Maaf
Staf RSUD Tasikmalaya Hina Pasien BPJS, Netizen Geram