Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago membantah keras kebenaran sejumlah video demonstrasi yang belakangan ini beredar luas di media sosial. Ia menegaskan bahwa video-video tersebut adalah hoaks dan tidak menggambarkan situasi terkini di Indonesia.
“Saya jawab ya, satu ini. Video itu saya nyatakan tidak benar. Tidak ada di wilayah Indonesia, di tanah air kita ada hoaks-hoaks yang seperti itu,” ujarnya di kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (8/5).
Menurut Djamari, peristiwa yang terekam dalam video tersebut kemungkinan besar terjadi di masa lampau, bukan aksi demonstrasi yang sedang berlangsung saat ini. “Mungkin itu terjadi di masa lalu. Pada saat sekarang ini tidak ada,” lanjutnya.
Ia juga memastikan bahwa pihaknya telah mengantongi data akun-akun penyebar video hoaks tersebut. “Akunnya ada siapa ini? Ada akunnya. Kami akan temukan,” ungkapnya dengan tegas.
Sebelumnya, seorang wanita berinisial DM (45) telah ditangkap oleh penyidik Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya karena diduga menyebarkan informasi bohong terkait rencana aksi demonstrasi besar pada Agustus melalui media sosial. DM ditangkap di Ciamis, Jawa Barat.
Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya AKBP Ardian Satrio Utomo menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari patroli siber yang dilakukan terhadap aktivitas di media sosial. “Untuk awalnya dari hasil patroli siber,” kata Ardian, Selasa (4/8).
Hingga saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain serta menyelidiki motif di balik tindakan DM dalam menyebarkan konten yang menyesatkan tersebut.
Artikel Terkait
Menko Polkam Tegaskan Pemerintah Tak Larang Demo, Asal Tertib
Kapolri Pastikan Pengamanan HUT ke-81 RI Berjalan Aman
Polda Metro Jaya Tangkap Perempuan Penyebar Hoaks Aksi Massa 2026
Menko Polkam Tegaskan Pagar Mal Tak Terkait Ancaman Keamanan