Untuk investasi energy, kata dia dengan memanfaatkan potensi yang ada. Salah satunya memanfaatkan sampah yang menjadi momok pariwisata, diolah menjadi pupuk organik hingga sumber energy listrik.
“Bali saat ini tengah melakukan percepatan kendaraan listrik. Nah sampah inilah menjadi sumber energy untuk pengisian baterai kendaraan itu,” ungkap Koordinator Peduli Yatim Piatu (PYP) Group ini.
Berikutnya terkait investasi pangan, peluang ini kata dia dengan melihat UMKM yang ada, hingga potensi para petani lokal Bali.
“Ubi cilembu itu dijual di Bali, dan itu laris manis. Kenapa kita tidak memanfaatkan hasil pertanian kita, misalnya pisang diolah, umbi-umbian, hingga hasil pertanian lainnya. Itu yang dipasarkan tidak hanya di Bali, tapi juga ke luar negeri dengan memanfaatkan e-commerce yang ada,” tuturnya.
Selanjutnya potensi investasi air bersih. Menurut dia, investasi ini yakni mengolah air laut menjadi air bersih, sehingga mampu mengurangi pemanfaatan air permukaan maupun air bawah tanah.
“Air laut itu tidak akan pernah habis. Nah inilah yang diolah menjadi air bersih untuk memenuhi hotel, restoran, hingga masyarakat,” bebernya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: posbali.net
Artikel Terkait
Pizza Hut Indonesia Dirikan Anak Usaha Baru untuk Bisnis Roti dan Akomodasi
Menhub Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 18 Maret
Saham PP Properti Melonjak 10% Usai BEI Cabut Suspensi
BEI Bekukan Perdagangan Wanteg Sekuritas Terkait Kondisi Operasional