Untuk investasi energy, kata dia dengan memanfaatkan potensi yang ada. Salah satunya memanfaatkan sampah yang menjadi momok pariwisata, diolah menjadi pupuk organik hingga sumber energy listrik.
“Bali saat ini tengah melakukan percepatan kendaraan listrik. Nah sampah inilah menjadi sumber energy untuk pengisian baterai kendaraan itu,” ungkap Koordinator Peduli Yatim Piatu (PYP) Group ini.
Berikutnya terkait investasi pangan, peluang ini kata dia dengan melihat UMKM yang ada, hingga potensi para petani lokal Bali.
“Ubi cilembu itu dijual di Bali, dan itu laris manis. Kenapa kita tidak memanfaatkan hasil pertanian kita, misalnya pisang diolah, umbi-umbian, hingga hasil pertanian lainnya. Itu yang dipasarkan tidak hanya di Bali, tapi juga ke luar negeri dengan memanfaatkan e-commerce yang ada,” tuturnya.
Selanjutnya potensi investasi air bersih. Menurut dia, investasi ini yakni mengolah air laut menjadi air bersih, sehingga mampu mengurangi pemanfaatan air permukaan maupun air bawah tanah.
“Air laut itu tidak akan pernah habis. Nah inilah yang diolah menjadi air bersih untuk memenuhi hotel, restoran, hingga masyarakat,” bebernya.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: posbali.net
Artikel Terkait
Ramadan 2026 Diprediksi Picu Gelombang Pinjol, OJK Waspadai Dominasi Kredit Konsumtif
Pemulihan SPBU Aceh Tembus 97 Persen Pascabencana
Di Balik Kenaikan IHSG, Sepuluh Saham Ini Justru Terjun Bebas
BEI Dibanjiri Emisi Baru, IHSG Nyaris Sentuh 9.000 di Awal 2026