PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) kehilangan kontrak penyediaan layanan angkutan dari PT Rekan Anak Bangsa (RAB), anak usaha PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Kontrak yang berakhir pada 2 Juli 2026 itu sebelumnya menyumbang sekitar 30 persen dari total pendapatan perseroan.
Direktur Utama Express, Johannes Triatmojo, mengonfirmasi penerimaan surat pengakhiran perjanjian dari RAB. "Perseroan telah menerima surat dari PT Rekan Anak Bangsa perihal pengakhiran Perjanjian Pengadaan Jasa antara PT Rekan Anak Bangsa dan perseroan. Dalam surat tersebut disampaikan bahwa pengakhiran perjanjian akan berlaku efektif pada tanggal 2 Juli 2026," ujarnya.
Kontrak yang diteken pada 21 November 2024 itu sejatinya berlaku dua tahun dan dapat diperpanjang. Namun, RAB memutuskan untuk mengakhirinya lebih awal tanpa menyebutkan alasan. Perjanjian ini mencakup penyediaan layanan Angkutan Sewa Khusus (ASK), termasuk dukungan operasional seperti lahan parkir dan manajemen komunitas pengemudi.
Berdasarkan laporan keuangan TAXI, segmen layanan ASK dari RAB menghasilkan pendapatan Rp1,06 miliar sepanjang 2025. Angka itu setara 30,23 persen dari total pendapatan TAXI yang mencapai Rp3,5 miliar. Sementara itu, segmen sewa kendaraan masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi 68,77 persen atau Rp2,44 miliar.
Kehilangan kontrak dari GOTO menjadi pukulan berat bagi TAXI, terlebih segmen sewa kendaraan justru menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, pendapatan segmen ini mencapai Rp4,82 miliar, lalu turun menjadi Rp3,89 miliar pada 2024, dan kembali merosot ke Rp2,44 miliar pada 2025. Angka tersebut mencerminkan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) negatif 28,9 persen per tahun.
Dengan hilangnya kontrak dari GOTO Group, TAXI kini hanya mengandalkan pendapatan dari segmen sewa kendaraan. Saat ini, perseroan memiliki kontrak dengan PT Bengkalis Kuda Laut untuk penyewaan 200 unit mobil senilai Rp9,3 miliar. Kontrak tersebut berlaku satu tahun sejak 3 November 2025, dengan realisasi sebanyak 41 unit pada tahun lalu.
Selain itu, TAXI juga menjalin kerja sama dengan PT Indomobil National Distributor melalui skema bagi hasil untuk memasarkan mobil listrik bagi pengemudi taksi online. Meski demikian, perseroan belum mengoperasikan kembali taksi legendarisnya, Express, sejak 2015.
Artikel Terkait
Kerja Sama Express dengan GoTo Resmi Berakhir, Armada Taksi Putih Tak Lagi Beroperasi