Pasar modal Indonesia menutup pekan terakhir Juni hingga awal Juli 2026 dengan kinerja negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis, sementara aktivitas perdagangan menurun di sejumlah indikator utama, mulai dari nilai transaksi, volume, hingga frekuensi harian.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menyatakan bahwa pergerakan IHSG selama sepekan melemah dibandingkan posisi pekan sebelumnya.
"IHSG selama sepekan ditutup berubah sebesar 0,35 persen sehingga berada pada level 5.875,780 dari 5.896,134 pada pekan sebelumnya," kata Kautsar dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).
Kapitalisasi pasar bursa pun ikut menyusut 0,14 persen menjadi Rp10.287 triliun, dari sebelumnya Rp10.302 triliun. Penurunan aktivitas perdagangan tercermin dari rata-rata nilai transaksi harian yang merosot 35,90 persen menjadi Rp11,27 triliun, dibandingkan Rp17,58 triliun pada pekan sebelumnya.
Rata-rata volume transaksi harian juga turun 30,35 persen menjadi 17,54 miliar lembar saham dari 25,18 miliar lembar saham. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan 16,71 persen menjadi 1,44 juta kali transaksi, dibandingkan 1,73 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.
Di sisi investor asing, BEI mencatat pada perdagangan Jumat (3/7/2026) terjadi aksi beli bersih (net buy) sebesar Rp6,08 miliar. Meski demikian, secara akumulatif sepanjang tahun 2026 investor asing masih membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp74,42 triliun.
Secara sektoral, mayoritas sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor Industrials menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi, yakni 4,86 persen, diikuti teknologi sebesar 2,24 persen, transportasi 1,17 persen, properti 0,90 persen, bahan baku 0,78 persen, dan energi 0,20 persen.
Sebaliknya, tekanan terjadi pada beberapa sektor defensif. Keuangan menjadi sektor dengan pelemahan terdalam sebesar 1,35 persen, disusul kesehatan yang turun 1,27 persen, konsumer turun 0,23 persen, infrastruktur melemah 0,20 persen, serta konsumer non-siklikal terkoreksi 0,12 persen.
Dalam sepekan terdapat 266 saham melemah di atas 2 persen, 134 saham tertekan 0 hingga 2 persen, 207 emiten stagnan, 119 emiten menguat terbatas 1 hingga 2 persen, dan 233 emiten menguat di atas 2 persen.
Artikel Terkait
IHSG Melemah, Sepuluh Saham Ini Catatkan Penurunan Terbesar
IHSG Melemah, 10 Saham Ini Justru Catat Kenaikan Tertinggi
IHSG Melemah 0,35% dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut
Aksi Jual Bersih Asing Tembus Rp74,42 Triliun Hingga Awal Juli 2026