IHSG Ditutup Menguat 0,65 Persen ke 7.175, Sektor Bahan Baku Paling Moncer

- Senin, 27 April 2026 | 12:50 WIB
IHSG Ditutup Menguat 0,65 Persen ke 7.175, Sektor Bahan Baku Paling Moncer

Jakarta, IDXChannel Sesi pertama perdagangan Senin, 27 April 2026, IHSG sukses bertahan di zona hijau. Indeks ditutup menguat 0,65 persen ke posisi 7.175. Lumayan, mengingat pagi tadi sempat ada sedikit tekanan di awal.

Begitu bel pembukaan dibunyikan, IHSG langsung melesat ke level 7.158. Tapi pergerakannya tidak linear. Ada kalanya indeks sempat menyentuh titik tertinggi di 7.230, lalu turun ke level terendah 7.115. Fluktuasi yang cukup tajam, tapi akhirnya bisa ditutup positif.

Hingga siang ini, volume transaksi tercatat cukup deras. Totalnya mencapai 20,4 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp10,3 triliun. Lumayan sibuk, ya.

Dari ribuan saham yang diperdagangkan, mayoritas bergerak menguat. Tepatnya, 462 emiten menghijau, sementara 261 emiten lainnya memerah. Sisanya, 236 saham, memilih diam di tempat alias stagnan.

Kalau dilihat per sektor, hampir semuanya kompak hijau. Sektor energi naik tipis 0,27 persen, non siklikal terdongkrak 0,82 persen, dan siklikal malah melesat 1,48 persen. Sektor keuangan juga ikut-ikutan naik 0,69 persen, infrastruktur 0,96 persen, properti 0,74 persen. Yang paling moncer? Bahan baku, naik sampai 2,37 persen.

Di sisi lain, sektor transportasi menguat 0,51 persen, industri 0,17 persen, dan teknologi naik 1 persen. Namun begitu, ada satu sektor yang justru melemah, yaitu kesehatan. Meski cuma turun tipis 0,01 persen, tetap saja jadi satu-satunya yang merah.

Nah, soal saham individual, top gainers hari ini dipimpin oleh PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) yang melonjak 27,45 persen. Disusul PT Ifishdeco Tbk (IFSH) naik 24,88 persen, dan PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) menguat 24,76 persen. Cukup gila, ya, kenaikannya.

Sementara itu, jajaran top losers dihuni oleh PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) yang ambles 14,91 persen. Lalu PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) melemah 12,77 persen, dan PT Multitrend Indo Tbk (BABY) turun 12,12 persen. Lumayan dalam koreksinya.

Reporter: Desi Angriani

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar