Wall Street menutup sesi Selasa (7/4/2026) dengan catatan yang beragam. Suasana pasar tegang, digelayuti negosiasi yang berjalan alot jelang tenggat waktu ultimatum Presiden AS Donald Trump kepada Iran soal pembukaan Selat Hormuz.
Dow Jones Industrial Average akhirnya melemah 85,42 poin (0,18%) ke level 46.584,46. Namun, S&P 500 justru menguat tipis 5,02 poin (0,08%) menjadi 6.616,85. Nasdaq Composite pun ikut naik, meski hanya 21,51 poin (0,10%), menetap di 22.017,85.
Menariknya, ketiga indeks utama sempat terperosok dalam di awal sesi. Tapi mereka berhasil bangkit di jam-jam terakhir perdagangan. Pemulihan ini dipicu pernyataan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.
Sharif menyebut upaya diplomatik untuk perdamaian di Timur Tengah terus berkembang stabil. Dia pun mendesak Trump agar bersedia memperpanjang tenggat waktu selama dua minggu.
“Para investor sedang melakukan kalibrasi saat mereka mencoba memahami pesan presiden dan memprediksi sejauh mana dia akan menindaklanjuti beberapa retorikanya terkait ultimatum,” ujar Matthew Keator, Mitra Pengelola Keator Group.
“Investor perlu memastikan bahwa mereka melakukan penyesuaian yang diperlukan sesuai dengan keadaan pribadi mereka,” tambahnya.
Artikel Terkait
Adira Finance Bagikan Dividen Rp772,37 Miliar, Cair 30 April 2026
Gencatan Senjata Timur Tengah Picu Anjloknya Harga Minyak dan Menguatnya Pasar Saham
FTSE Russell Pertahankan Status Secondary Emerging Market Indonesia
Menteri Zulhas Klaim Ketahanan Pangan Indonesia Aman hingga 2027