CIAMIS,suaramerdeka-jakarta.com- Yudi Eko Santosa, membangun bisnisnya, Kaytama, dari Jalan Cigayam, Sukasari, Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Terpaut sekitar 308 kilometer dari pusat bisnis Jakarta, Kawasan Sudirman. Namun, usahanya yang berbasis kayu itu tidak ciut, malah berkibar hingga mancanegara.
Bagi Yudi, membangun sebuah bisnis bukan tergantung pada kantor operasi yang harus berlokasi di pusat bisnis, tetapi rasa cintanya pada bisnis itu yang akan menguatkan.
Itulah mengapa, Yudi berpegang pada prinsip “Ndeso Rasa Bule”, yang bisa diartikan, meski dari pedesaan yang jauh dari Kota metropolitan Jakarta, dia bisa membawa produk – produknya ke 17 negara, Dimana 35 kliennya berada.
Justru, katanya, dengan tetap berkantor di desa, dirinya sekaligus dapat menantang para UMKM lainnya untuk membangun bisnis dari desa.
Baca Juga: Memperbanyak Angkutan Permukiman di Jabodetabek
“Kami memiliki tagline Ndeso rasa bule, karena biasanya eksportir itu berkantor pusat di Jalan Jendral Sudirman di Jakarta. Nah, teman buyer saya nggak pernah mau saya ajak kesini (Banjarsari) karena gurauan mereka: tempat kamu itu ga ada di google map.
"Namun, Alhamdulillah, saya bukannya minder, malah justru sering menantang teman-teman dari kota-kota besar, Ayo, saya saja yang di kampung bisa,” ujar Yudi.
Artikel Terkait
Dari Reruntuhan Pasar Klewer, Dewi Aminah Bangun Kerajaan Bumbu dan Inspirasi
OJK Siapkan Aturan Free Float Baru, Pasar Modal Bakal Diguncang Mulai 2026
Gadai Tembus Rp125 Triliun, Sinyal Darurat atau Peluang di Tengah Krisis?
Amman Mineral Pacu Eksplorasi di Sumbawa, Siapkan Game Changer Baru