MURIANETWORK.COM - Ramadan tahun ini bertepatan dengan kondisi pasar saham yang fluktuatif, menciptakan tantangan sekaligus peluang tersendiri bagi investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah di awal bulan suci, didorong oleh ketegangan geopolitik global. Dalam situasi ini, analis pasar modal memberikan sejumlah rekomendasi strategi investasi dan pilihan saham yang patut dicermati untuk menghadapi volatilitas yang kerap terjadi selama periode ini.
Pergerakan IHSG di Awal Ramadan
Data perdagangan menunjukkan IHSG memang mengalami tekanan di hari-hari pertama Ramadan. Pada Kamis, 19 Februari 2026, indeks ditutup melemah 0,43 persen ke level 8.274,08. Pergerakan lesu masih berlanjut keesokan paginya, Jumat (20/2), dengan IHSG terpantau turun tipis 0,12 persen. Fluktuasi ini terjadi di tengah nilai transaksi yang bervariasi, mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar.
Analisis Dampak Geopolitik dan Sentimen Pasar
Pengamat pasar modal Michael Yeoh melihat pelemahan ini tidak terlepas dari sentimen global yang muram. Ia menyoroti eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu respons negatif dari pasar keuangan dunia.
“Terjadi tensi konflik yang semakin meningkat antara AS dengan Iran. Market global merespons negatif terhadap ini,” jelasnya pada Jumat, 20 Februari 2026.
Di sisi lain, analis dari Kiwoom Sekuritas memberikan perspektif yang lebih tenang. Mereka menilai perlambatan aktivitas perdagangan selama Ramadan adalah hal yang wajar secara historis. Dalam risetnya, Kiwoom mencatat bahwa pergerakan IHSG yang cenderung sideways dalam sebulan ke depan merupakan pola yang normal.
Rekomendasi Saham dan Strategi Menghadapi Volatilitas
Meski diwarnai ketidakpastian, periode ini tetap menyimpan peluang. Michael Yeoh membagikan sejumlah sektor dan emiten yang berpotensi. Ia melihat prospek positif pada saham-saham sektor logam, sejalan dengan tren komoditas global.
“Saham sektor logam, seperti MBMA dan ANTM sesuai outlook makro, commodities boom,” tuturnya.
Selain itu, ia juga menyarankan investor untuk memperhatikan saham-saham dengan historis pembagian dividen yang besar, seperti HMSP, UNTR, dan AADI, sebagai opsi yang menarik.
Menyikapi kondisi pasar, Kiwoom Sekuritas menyarankan pelaku pasar untuk lebih selektif. Momentum ini bisa dimanfaatkan dengan fokus pada saham atau sektor yang mendapatkan sentimen positif, baik dari dinamika internasional maupun faktor domestik seperti musim pengumuman kinerja perusahaan.
Mereka juga menekankan pentingnya pendekatan yang hati-hati. Strategi menambah pembelian secara bertahap (average up) dinilai lebih bijaksana untuk diterapkan dalam situasi yang tidak menentu seperti sekarang, ketimbang melakukan investasi dalam jumlah besar sekaligus.
Penting untuk diingat bahwa semua keputusan investasi, termasuk pembelian dan penjualan saham, merupakan tanggung jawab penuh dari masing-masing investor setelah melakukan pertimbangan yang matang.
Artikel Terkait
Saham Samator Indo Gas (AGII) Melonjak 20% di Sesi Perdagangan
IHSG Menguat 0,63% di Awal Perdagangan, Transaksi Tembus Rp1,6 Triliun
Harga Emas Antam Naik Rp28.000, Sentuh Rp2,94 Juta per Gram
Prabowo dan Trump Tandatangani Perjanjian Dagang Bilateral di Washington