Sucor memaparkan, “Setiap penurunan volume hauling sebesar 1 juta ton dapat memangkas laba MAHA sekitar 9,8 persen.”
Tekanan serupa juga membayangi raksasa alat berat, PT United Tractors Tbk (UNTR), yang masih menggantungkan lebih dari separuh bisnisnya pada sektor batu bara. Penurunan volume pengupasan tanah penutup (overburden removal) di anak usahanya, PAMA, serta pelemahan permintaan alat berat, berpotensi menggerus laba perseroan.
Peluang di Balik Tantangan
Meski panorama industri tampak berawan, analis masih melihat titik terang pada emiten tertentu. Di tengah berbagai tekanan yang mengemuka, Sucor Sekuritas justru mempertahankan rekomendasi beli untuk AADI.
“Sebagai produsen batu bara murni dengan struktur biaya rendah, AADI dinilai berada pada posisi relatif lebih kuat,” jelas riset tersebut.
Kelebihan kompetitif berupa cash cost yang rendah, potensi imbal hasil dividen yang menarik, dan posisi yang siap menangkap keuntungan jika harga komoditas membaik, menjadi alasan utama optimisme terhadap prospek emiten ini ke depan. Analisis ini menunjukkan bahwa dalam lingkungan yang menantang, fundamental perusahaan yang kokoh dan efisiensi operasional menjadi kunci ketahanan.
Keputusan pembelian atau penjualan saham sepenuhnya berada di tangan investor.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 1,25% Diterpa Sentimen Serangan AS ke Iran
PSSI Rencanakan Buyback Saham Senilai Rp 50 Miliar Mulai 2026
IHSG Anjlok 1,07%, Sektor Industri Paling Terpukul di Awal Perdagangan
Harga Emas Batangan di Pegadaian Naik Signifikan pada Kamis