Analis Proyeksikan Harga Emas Antam Bisa Sentuh Rp 3,15 Juta per Gram

- Minggu, 15 Februari 2026 | 15:00 WIB
Analis Proyeksikan Harga Emas Antam Bisa Sentuh Rp 3,15 Juta per Gram

Kedua, pasar global masih mencerna penunjukan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed oleh Donald Trump, sebuah keputusan yang menimbulkan ketidakpastian baru mengenai arah kebijakan moneter AS.

Faktor ketiga datang dari data inflasi inti AS per Januari 2026 yang tercatat 2,4 persen, lebih rendah dari perkiraan. Data ini memperkuat spekulasi bahwa Bank Sentral AS akan kembali melonggarkan kebijakan dengan menurunkan suku bunga, sebuah sentimen yang secara historis mendorong kenaikan harga emas.

Terakhir, aksi akumulasi cadangan emas secara besar-besaran oleh China, sebagai bagian dari strategi diversifikasi dari dolar AS, terus memberikan tekanan permintaan yang kuat. Meski demikian, Ibrahim juga mengingatkan bahwa pasar perlu mewaspadai potensi unsur spekulatif dalam lonjakan harga saat ini.

Emas Tetap Jadi Safe Haven dan Proyeksi Jangka Panjang

Di balik volatilitas harian, Ibrahim Assuaibi melihat tren mendasar yang solid. Tingginya permintaan emas untuk cadangan devisa negara, terutama dari China, membuktikan ketahanan logam mulia sebagai aset pelindung nilai utama dalam portofolio global.

Berdasarkan analisis fundamental dan pola permintaan tersebut, ia bahkan memberikan proyeksi jangka panjang yang optimistis. Ibrahim mengungkapkan, “Permintaan untuk logam mulia terus mengalami kenaikan, bahkan untuk mencapai akhir tahun mencapai harga USD 6.500 (per troy ons) kemungkinan akan terjadi.”

Proyeksi ini, meski ambisius, mencerminkan keyakinan bahwa kombinasi faktor geopolitik, moneter, dan permintaan strategis akan terus mendorong apresiasi harga logam kuning ini dalam beberapa bulan ke depan.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar