Charlie Hospital Semarang (RSCH) tak mau berhenti berkembang. Strategi terbarunya? Membuka jaringan rumah sakit baru, salah satunya bakal dibangun di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. Langkah ini jelas bukan tanpa alasan. Mereka ingin menangkap geliat kebutuhan kesehatan di wilayah-wilayah yang ekonominya sedang naik daun, terutama kawasan industri yang padat pekerja.
“Tahun ini Charlie Hospital akan terus menambah jumlah rumah sakit. Kami berharap dapat membangun dua atau tiga rumah sakit ke depannya,”
kata President Director RSCH, Junianto, dalam keterangannya Kamis lalu.
Fokusnya memang pada kawasan industri strategis. Kenapa Batang? Jawabannya sederhana: prospeknya cerah. Ada rencana investasi raksasa senilai ratusan triliun rupiah dari pemerintah dan investor China di sana. Bayangkan saja, ketika pabrik-pabrik dan proyek besar beroperasi, jumlah pekerja akan melonjak. Dan di situlah kebutuhan akan layanan kesehatan yang mumpuni menjadi sebuah keniscayaan.
Namun begitu, membangun dari nol bukan satu-satunya cara. Manajemen RSCH juga membidik aksi akuisisi untuk mempercepat pertumbuhan. Soal pendanaan, mereka lebih memilih kerja sama dengan investor strategis. Tujuannya agar kondisi keuangan perusahaan tetap luwes, tidak terlalu terbebani.
Kolaborasi juga jadi kunci. RSCH aktif menjalin kemitraan, salah satunya dengan BPJS Ketenagakerjaan. Kerja sama ini membuka akses layanan kesehatan bagi para pekerja formal, yang notabene banyak berkumpul di sekitar kawasan industri. Langkah yang cukup cerdas untuk memperluas basis pasien.
Menanggapi strategi ini, analis pasar punya pandangan optimis. Michael Lee, Research Analyst Semesta Indovest Sekuritas, melihat prospek positif untuk jangka menengah dan panjang.
Menurutnya, perkembangan kawasan industri seperti Batang menciptakan permintaan layanan kesehatan yang sifatnya struktural alias berkelanjutan. Menempatkan rumah sakit di lokasi dengan basis tenaga kerja besar berpotensi mendongkrak jumlah pasien sekaligus pendapatan berulang.
Tentu, ada tantangan. Di fase awal, ekspansi dan akuisisi biasanya membebani profitabilitas karena biaya operasional membengkak. Tapi fundamental sektor kesehatan Indonesia dinilai masih solid. Asal dikelola dengan disiplin dan eksekusinya tepat, RSCH punya peluang besar memperbaiki kinerja keuangan dan menarik minat investor.
Jadi, lewat kombinasi pembangunan baru, akuisisi, dan kemitraan yang diperkuat, RSCH tampaknya cukup percaya diri. Mereka optimis bisa menjaga laju pertumbuhan dan memperkokoh posisi sebagai penyedia layanan kesehatan yang relevan dengan prospek ekonomi jangka panjang.
Artikel Terkait
Bursa Asia Melemah Ikuti Wall Street, Kecuali Korea Selatan
Harga Emas Antam Turun Rp43.000 per Gram pada Jumat Pagi
BWPT Terbitkan Obligasi Rp98 Miliar untuk Perkuat Modal Kerja
Analis Proyeksi IHSG Lanjutkan Koreksi, Rekomendasikan Enam Saham