Rabu pagi (11/2/2026), suasana di bursa Asia terasa cukup cerah. Penguatan terjadi di sejumlah pasar regional, meskipun sinyal dari Wall Street semalam terbilang beragam. Ini jadi hari ketiga berturut-turut bagi indeks KOSPI Korea Selatan untuk menguat, dengan kenaikan 0,68 persen pada pukul 09.47 WIB.
Yang menarik, reli ini didorong oleh dua sektor kunci: otomotif dan keuangan. Saham Hyundai Motor dan Kia Corp melesat masing-masing 4,89 persen dan 4,07 persen. Di sektor perbankan, nama-nama besar seperti KB Financial, Shinhan Financial, dan Hana Financial juga memberikan kontribusi signifikan dengan kenaikan di atas 1,9 persen.
Namun begitu, tidak semua sektor ikut merayakan. Raksasa chip semikonduktor justru terlihat lesu. Samsung Electronics dan SK Hynix sama-sama tercatat melemah, menandakan adanya rotasi aset di kalangan investor.
Sentimen pasar sendiri seolah diombang-ambingkan oleh dua data ekonomi yang bertolak belakang. Di satu sisi, ada kabar menggembirakan dari performa ekspor awal Februari yang melonjak tajam, hingga 44,4 persen secara tahunan. Angka ini jelas memberi angin segar.
Tapi di sisi lain, data ketenagakerjaan untuk Januari justru mengecewakan. Pertumbuhan jumlah pekerja hanya 0,4 persen, yang disebut-sebut sebagai yang terlemah dalam 13 bulan terakhir. Fakta ini cukup untuk meredam euforia berlebihan.
Performa serupa terlihat di Australia. Indeks S&P/ASX 200 bangkit 1,44 persen, berbalik arah dari pelemahan sesi sebelumnya. Sektor keuangan jadi primadona, melonjak hampir 3 persen ke level tertinggi tiga bulan. Aksi beli saat harga turun pasca kekhawatiran risiko AI di sektor asuransi tampaknya berperan di sini.
Commonwealth Bank, bank terbesar di sana, memberi dorongan ekstra. Sahamnya meroket 6,6 persen setelah mengumumkan laba tunai paruh pertama yang mencetak rekor. Sektor pertambangan, khususnya emas, juga ikut mengangkat dengan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut.
Pasar lain di Asia menunjukkan tren positif meski tipis. Shanghai Composite naik 0,19 persen, disusul Hang Seng Hong Kong dan STI Singapura. Pasar Jepang sendiri tutup hari ini karena libur nasional.
Lalu, bagaimana dengan Wall Street sebagai acuan global? Sesi Selasa kemarin berakhir dengan pergerakan yang tidak satu arah. Indeks Dow Jones berhasil mencetak rekor tertinggi baru, naik tipis 0,10 persen. Tapi indeks S&P 500 dan Nasdaq justru tergelincir, masing-masing turun 0,33 persen dan 0,59 persen. Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turun, mengisyaratkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi.
Jadi, secara keseluruhan, pasar Asia pagi ini cukup tangguh menghadapi sinyal campuran dari AS. Tapi dengan data ekonomi yang masih beragam, perjalanan hari ini mungkin belum akan mulus sepenuhnya.
Artikel Terkait
IHSG Menguat Tipis ke 8.261,89 Didukung Sentimen Beli Luas
Medco Energi Ditunjuk Sebagai Operator Blok Migas Baru di Malaysia
IHSG Menguat Didukung Sentimen Beli di Mayoritas Sektor
Analis Proyeksikan IHSG Lanjutkan Penguatan, Soroti Empat Saham Pilihan