Performa serupa terlihat di Australia. Indeks S&P/ASX 200 bangkit 1,44 persen, berbalik arah dari pelemahan sesi sebelumnya. Sektor keuangan jadi primadona, melonjak hampir 3 persen ke level tertinggi tiga bulan. Aksi beli saat harga turun pasca kekhawatiran risiko AI di sektor asuransi tampaknya berperan di sini.
Commonwealth Bank, bank terbesar di sana, memberi dorongan ekstra. Sahamnya meroket 6,6 persen setelah mengumumkan laba tunai paruh pertama yang mencetak rekor. Sektor pertambangan, khususnya emas, juga ikut mengangkat dengan kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut.
Pasar lain di Asia menunjukkan tren positif meski tipis. Shanghai Composite naik 0,19 persen, disusul Hang Seng Hong Kong dan STI Singapura. Pasar Jepang sendiri tutup hari ini karena libur nasional.
Lalu, bagaimana dengan Wall Street sebagai acuan global? Sesi Selasa kemarin berakhir dengan pergerakan yang tidak satu arah. Indeks Dow Jones berhasil mencetak rekor tertinggi baru, naik tipis 0,10 persen. Tapi indeks S&P 500 dan Nasdaq justru tergelincir, masing-masing turun 0,33 persen dan 0,59 persen. Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turun, mengisyaratkan kekhawatiran akan perlambatan ekonomi.
Jadi, secara keseluruhan, pasar Asia pagi ini cukup tangguh menghadapi sinyal campuran dari AS. Tapi dengan data ekonomi yang masih beragam, perjalanan hari ini mungkin belum akan mulus sepenuhnya.
Artikel Terkait
BUMA Catat Rugi Bersih USD128 Juta di 2025, Tunjukkan Pemulihan Operasional
Pemerintah Pertimbangkan Pajak Tambahan untuk Produk Impor China di E-Commerce
Puncak Arus Balik Lebaran, Pertamina Siagakan Ribuan SPBU dan Layanan Darurat
Multivision Plus Gelar Rights Issue Rp280 Miliar untuk Ekspansi Bioskop dan Produksi