kata Nixon di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Di sisi lain, lompatan laba ke Rp3,5 triliun itu bukan datang tiba-tiba. Nixon bilang, ini berkat efisiensi proses bisnis dan pengelolaan portofolio kredit yang jauh lebih ketat dan terarah. Transformasi digital yang digenjot, plus fokus yang tak goyah pada sektor perumahan, jadi kunci akselerasinya.
“BTN berhasil mengakselerasi pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2025 ditopang penguatan profitabilitas dan proses bisnis yang semakin efisien,”
tuturnya lagi, menekankan bahwa transformasi itu dilakukan secara konsisten di berbagai lini perusahaan.
Jadi, bagi para investor, ini jelas kabar yang ditunggu. Tinggal nunggu keputusan final dari ruang rapat dewan.
Artikel Terkait
Gejolak Timur Tengah Bekukan Penerbitan Obligasi Negara Berkembang, Angola Jadi Pengecualian
Wall Street Anjlok, Ketegangan Timur Tengah dan Sinyal Trump Tekan Pasar
MORA Siapkan Buyback Rp1,02 Triliun Jelang Merger dengan EMR
Obligasi dan Sukuk RATU Tembus Oversubscription 6,8 Kali Lipat