Perusahaan tambang nikel, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), baru saja mengamankan suntikan dana segar. Nilainya cukup besar, mencapai Rp100 miliar, yang bersumber dari fasilitas pinjaman PT Bank UOB Indonesia. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat likuiditas perusahaan.
Menurut Direktur Adhi Kartiko, Yeon Ho Choi, penandatanganan perjanjian kredit dengan Bank UOB sudah dilakukan pada Rabu lalu, 4 Februari 2026.
"Fasilitas kredit akan digunakan sebagai opsi pembiayaan untuk modal kerja,"
ujarnya dalam keterbukaan informasi yang dirilis Jumat (6/2/2026).
Soal bunganya, ditetapkan pada level COF plus 1 persen per tahun. Pinjaman ini punya tenor singkat, hanya berlaku selama 12 bulan terhitung sejak perjanjian diteken. Nah, yang menarik, berdasarkan aturan POJK 17/2020, pinjaman langsung dari bank semacam ini bebas dari kewajiban menggunakan penilai independen dan juga tak butuh persetujuan dari pemegang saham. Prosedurnya jadi lebih ringkas.
Choi menegaskan bahwa pinjaman ini tidak akan membebani kondisi keuangan perusahaan.
"Berdasarkan penelaahan yang dilakukan perseroan, tidak terdapat dampak material terhadap kondisi keuangan perseroan atas diterimanya fasilitas kredit ini,"
katanya lagi.
Ini bukan pinjaman pertama yang diraih Adhi Kartiko dalam kurun waktu dekat. Sebelumnya, mereka juga sudah mendapat fasilitas serupa senilai Rp100 miliar dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN). Dana dari BTPN itu rencananya akan dipakai untuk kebutuhan operasional.
Di sisi lain, kabar pendanaan ini datang di tengah situasi yang agak berawan bagi perseroan. Belum lama ini, Adhi Kartiko terkena sanksi denda dari Satuan Tugas Penerbitan Kawasan Hutan (Satgas PKH). Masalahnya terkait aktivitas tambang nikel mereka di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Perusahaan memang tak merinci besaran dendanya, tapi beban itu sudah dicatat dalam laporan keuangan, tepatnya di pos "Biaya yang Masih Harus Dibayar" atau Accrued Expense. Sebuah catatan kaki yang tak bisa diabaikan.
Artikel Terkait
16 Emiten Gelontorkan Rp15,39 Triliun untuk Buyback Saham
Harga Emas Pegadaian Naik Lagi, Galeri24 dan UBS Tembus Rp2,9 Jutaan per Gram
Indospring Ekspansi Ekspor ke Pasar Timur Tengah
Analis Prediksi IHSG Lanjutkan Koreksi, Waspadai Level Support 7.712