Perusahaan tambang nikel, PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), baru saja mengamankan suntikan dana segar. Nilainya cukup besar, mencapai Rp100 miliar, yang bersumber dari fasilitas pinjaman PT Bank UOB Indonesia. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat likuiditas perusahaan.
Menurut Direktur Adhi Kartiko, Yeon Ho Choi, penandatanganan perjanjian kredit dengan Bank UOB sudah dilakukan pada Rabu lalu, 4 Februari 2026.
"Fasilitas kredit akan digunakan sebagai opsi pembiayaan untuk modal kerja,"
ujarnya dalam keterbukaan informasi yang dirilis Jumat (6/2/2026).
Soal bunganya, ditetapkan pada level COF plus 1 persen per tahun. Pinjaman ini punya tenor singkat, hanya berlaku selama 12 bulan terhitung sejak perjanjian diteken. Nah, yang menarik, berdasarkan aturan POJK 17/2020, pinjaman langsung dari bank semacam ini bebas dari kewajiban menggunakan penilai independen dan juga tak butuh persetujuan dari pemegang saham. Prosedurnya jadi lebih ringkas.
Artikel Terkait
Laba Bersih Chandra Asri Melonjak 2.662% Jadi Rp 23,8 Triliun pada 2025
IHSG Berbalik Anjlok 1,21% di Sesi I, Sektor Energi dan Industri Tertekan
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor
ESDM Siap Naikkan Harga Patokan Nikel Usai Perintah Presiden Prabowo