Wall Street Bangkit, Saham Kecil Ikut Melesat di Tengah Gairah AI

- Selasa, 03 Februari 2026 | 06:45 WIB
Wall Street Bangkit, Saham Kecil Ikut Melesat di Tengah Gairah AI

Sementara itu, aktivitas di lantai bursa terbilang ramai. Volume perdagangan mencapai 20,1 miliar saham, lebih tinggi dari rata-rata 20 sesi sebelumnya. Data ekonomi juga memberi angin segar: aktivitas manufaktur AS tumbuh untuk pertama kalinya dalam setahun pada Januari lalu.

Nuansa tenang juga terlihat dari indeks volatilitas CBOE VIX, atau yang kerap disebut "pengukur ketakutan" Wall Street. Indeks ini turun 1 poin ke level 16,5, setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam hampir dua minggu selama sesi perdagangan.

Tapi, ada juga sektor yang tertekan. Indeks energi S&P 500 jatuh 2 persen, seiring melemahnya harga minyak. Pelemahan ini dipicu komentar Presiden Donald Trump yang menyebut Iran sedang "berunding serius" dengan Washington. Isyarat de-eskalasi ini meredakan ketegangan geopolitik dan kekhawatiran soal pasokan.

Di tengah penurunan harga energi, justru saham maskapai penerbangan mendapat angin. United Airlines, JetBlue, Delta, dan Southwest, semuanya meroket antara 4 hingga 8 persen. Biaya bahan bakar yang lebih murah jelas jadi kabar baik bagi industri ini.

Di luar bursa, perhatian juga tertuju ke Capitol Hill. Dewan Perwakilan Rakyat AS sedang membahas RUU untuk mengakhiri penutupan sebagian pemerintah yang berlangsung sejak Sabtu. Pemungutan suara akhirnya diharapkan bisa dilakukan pada Selasa.

Secara keseluruhan, suasana di Wall Street hari ini terasa lebih cerah. Gairah teknologi AI masih jadi penggerak utama, tapi kepercayaan yang meluas ke saham-saham kecil memberi sinyal bahwa pemulihan mungkin lebih inklusif dari yang diperkirakan.


Halaman:

Komentar