Presiden Amerika Serikat Donald Trump punya pilihan baru untuk memimpin The Fed. Dia menunjuk Kevin Warsh, mantan Gubernur Federal Reserve, untuk menggantikan Jerome Powell. Padahal, masa jabatan Powell sendiri sebenarnya masih panjang, baru berakhir pada Mei 2026.
Pengumuman ini justru diunggah Trump lewat akun media sosialnya, bukan melalui agenda resmi. Dalam pernyataannya, Trump memuji habis-habisan calonnya itu.
"Saya sudah kenal Kevin sejak lama. Saya yakin betul, dia bakal dikenang sebagai salah satu Ketua The Fed terhebat bahkan mungkin yang terbaik. Dia orang yang tepat dan pasti tidak akan mengecewakan," ujar Trump, seperti dilaporkan Reuters, Jumat (30/1).
Pilihan ini cukup mengejutkan. Soalnya, Warsh dikenal sebagai sosok yang kerap menyoroti kinerja The Fed dengan kritik pedas. Nah, kini Trump memberinya kesempatan untuk mewujudkan ide-idenya, termasuk mengubah rezim kebijakan moneter yang selama ini berlaku.
Tapi, jalan Warsh belum mulus. Penunjukannya sebagai Ketua The Fed tetap harus melalui persetujuan Senat AS. Proses itu bisa saja berliku.
Selama ini, The Fed dianggap sebagai penjaga stabilitas pasar keuangan global, berkat independensinya dari kepentingan politik. Namun, Trump sepertinya terus ingin menguji batas independensi itu. Baru awal bulan ini, misalnya, Kementerian Kehakiman bahkan membuka penyelidikan pidana terhadap Jerome Powell. Langkah yang jelas menimbulkan banyak tanda tanya.
Artikel Terkait
Laba Bersih PTBA Melonjak 104,8 Persen di Kuartal I-2026 Meski Pendapatan Stagnan
Paradise Indonesia (INPP) Cetak Laba Rp44 Miliar di Kuartal I-2026, Segmen Komersial Jadi Motor Pertumbuhan
Wall Street Beragam di Tengah Reli Bulanan, S&P 500 dan Nasdaq Catat Kenaikan Terbaik Sejak 2020
Wall Street Berakhir Campur Aduk, S&P 500 Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak 2020