Bagi PT Permodalan Nasional Madani (PNM), urusan memberikan pembiayaan itu punya cara tersendiri. Mereka tidak sekadar menyalurkan modal. Semuanya berawal dari pemberdayaan. Pendekatan ini memastikan setiap nasabah, terutama perempuan prasejahtera, mendapat pendampingan menyeluruh. Mulai dari mereka yang belum punya usaha sama sekali, hingga akhirnya bisa menjalankan bisnis yang stabil dan terus berkembang.
Pemberdayaan perempuan bagi mereka bukan cuma program. Ini adalah unique selling point, pembeda utama yang membuat layanan keuangan PNM punya dampak sosial nyata. Salah satu wujud konkretnya adalah program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang rutin digelar di berbagai cabang.
Baru-baru ini, Surabaya jadi tuan rumah. Acaranya ramai, diikuti sedikitnya 500 nasabah. Bahkan, dalam beberapa kesempatan lain, peserta PKU Akbar bisa mencapai ribuan orang. Jangkauan PNM Cabang Surabaya sendiri cukup luas, didukung 166 kantor unit yang tersebar di 7 kabupaten/kota. Jaringannya masuk hingga ke 128 kecamatan.
Nah, di kegiatan ini para peserta dapat pelatihan yang benar-benar aplikatif. Mulai dari literasi keuangan dasar, cara bikin laporan keuangan sederhana, sampai berbagai keterampilan praktis. Yang menarik, semuanya diberikan gratis.
Rangkaian acara di Surabaya dibuka dengan coaching clinic yang interaktif. Ada sesi sharing bareng Pendamping Usaha Mikro dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Jatim. Di sini, nasabah diajak paham soal pentingnya legalitas usaha. Mereka juga bisa konsultasi langsung urusan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Tidak ketinggalan, kelas cooking dan handycraft yang seru karena langsung praktik.
“Dulu saya cuma fokus jualan. Gak ngerti cara ngurus izin atau hitung untung rugi yang bener. Setelah ikut PKU Akbar, jadi lebih paham. Sekarang lebih percaya diri buat kembangkan usaha,” tutur salah satu peserta pemilik usaha Nastar Semanggi (NAGI).
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan hal serupa. Baginya, pemberdayaan adalah inti dari segala model bisnis mereka.
“Kami yakin, pembiayaan akan jauh lebih berdampak kalau diawali dan ditemani pendampingan yang konsisten. Fokus kami pada perempuan prasejahtera membuat PNM hadir bukan cuma sebagai lembaga pembiayaan. Kami ingin jadi mitra tumbuh masyarakat. Lewat PKU Akbar, nasabah belajar dari ahli, sekaligus dari sesama pelaku usaha yang sudah lebih dulu berkembang. Ekosistem belajar seperti inilah yang bikin mereka siap naik kelas,” jelas Dodot.
Acara semakin meriah dengan talkshow menghadirkan perwakilan dari Bank Indonesia dan OJK. Ada juga bazaar yang memamerkan produk 20 UMKM binaan. Momen ini jadi ruang promosi sekaligus perluasan jaringan yang berharga bagi para nasabah.
Artikel Terkait
Blibli Terbitkan 9,5 Miliar Saham Baru Lewat Dua Skema, Targetkan Likuiditas dan Penguatan Modal
IHSG Ditutup Melemah ke 7.095, Mayoritas Sektor Tertekan
IHSG Merosot Tujuh Hari Beruntun, Tertekan Pelemahan Rupiah dan Aksi Jual Asing
Harga Aluminium Anjlok Akibat Harapan Baru Negosiasi Damai AS-Iran