Pasar saham Indonesia mencatatkan awal yang positif hari ini. IHSG ditutup menguat di sesi pertama, tepatnya pada Selasa siang (20/1/2026), dengan kenaikan 21,54 poin atau 0,24 persen ke level 9.155,41. Suasana pasar terlihat cukup optimis.
Kalau dilihat dari pergerakan saham secara individual, mayoritas justru bergerak naik. Tercatat ada 409 saham yang menguat, sementara yang melemah berjumlah 295 saham. Sisanya, sekitar 254 emiten, harganya cenderung stagnan atau flat. Volume perdagangan pun cukup aktif, mencapai 38,85 miliar saham yang berpindah tangan dalam lebih dari 2,2 juta kali transaksi. Nilainya? Tidak main-main, sekitar Rp15,91 triliun. Kapitalisasi pasar pun terdongkrak ke angka Rp16.612 triliun.
Yang menarik, seluruh indeks sektoral berhasil mencatatkan warna hijau. Artinya, penguatan ini terjadi secara merata di berbagai sektor, bukan cuma ditopang oleh satu atau dua kelompok saham tertentu.
Nah, soal saham-saham yang jadi bintang hari ini, ada beberapa nama yang kinerjanya luar biasa. PT Era Digital Media Tbk (AWAN) melesat tinggi, naik 34,50 persen ke level Rp230 per saham. Di belakangnya, saham PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) juga tak kalah perkasa dengan kenaikan 32,65 persen ke Rp260. Posisi ketiga diisi oleh PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) yang meroket 28,79 persen ke harga Rp85.
Di sisi lain, tentu ada saham-saham yang justru tertekan dan masuk dalam daftar pelemah. PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) misalnya, anjlok 11,38 persen ke Rp218. Kemudian, saham PT Pinnacle Persada Investama Tbk (XPDV) ikut merosot 11,11 persen ke Rp640. Tak jauh berbeda, PT Trisula International Tbk (TRIS) juga melemah signifikan sebesar 11,03 persen, bertengger di harga Rp242.
Secara keseluruhan, sesi pertama hari ini berjalan cukup mulus dengan sentimen positif yang masih mendominasi. Tinggal nanti kita lihat apakah tren ini bisa bertahan hingga penutupan pasar nanti.
Artikel Terkait
Reformasi Pasar Modal Indonesia Dinilai Bukan Sekadar Ikuti Tren, tapi Kebutuhan Struktural
Pertamina Geothermal Energi Bagikan Dividen Rp2,14 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Wall Street Tertekan, Ketegangan AS-Iran dan Kekhawatiran AI Tekan Saham Teknologi
BELL Setujui Dividen Rp10 Miliar di Tengah Tekanan Industri Tekstil