Wall Street Cetak Rekor, Saham Chip dan Moderna Melonjak Didorong Optimisme AI

- Rabu, 07 Januari 2026 | 06:36 WIB
Wall Street Cetak Rekor, Saham Chip dan Moderna Melonjak Didorong Optimisme AI

Di meja trader, volume perdagangan terpantau tinggi, mencapai 18,7 miliar saham. Sinyal dari data riil pun kurang menggembirakan: indeks PMI gabungan S&P Global untuk Desember tercatat melemah.

Pernyataan pejabat The Fed juga saling bersilangan. Presiden The Fed Richmond, Tom Barkin, bersikap hati-hati soal pemotongan suku bunga lanjutan. Sikap ini berbeda dengan Gubernur The Fed Stephen Miran yang sebelumnya terdengar lebih agresif.

Menariknya, gejolak geopolitik justru cenderung diabaikan. Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan AS malah dilihat sebagai pintu pembuka bagi perusahaan AS untuk mengakses cadangan minyak negara tersebut. Alhasil, saham sektor energi justru melemah setelah sebelumnya rally, dengan Chevron dan Exxon Mobil terpuruk.

Efek dari komentar Jensen Huang ternyata tidak melulu positif. Pernyataannya soal efisiensi chip baru justru memicu kekhawatiran terhadap permintaan sistem pendingin data center. Saham Johnson Controls dan Trane Technologies pun ikut tertekan.

Berita buruk juga datang dari AIG. Saham perusahaan asuransi raksasa itu anjlok 7,5 persen setelah mengumumkan pengunduran diri CEO-nya, Peter Zaffino.

Secara keseluruhan, suasana pasar masih didominasi optimisme. Jumlah saham yang naik di indeks S&P 500 jauh lebih banyak daripada yang turun, dengan rasio lebih dari 3 banding 1. Banyak saham yang mencapai puncak baru, sinyal bahwa bullish momentum masih cukup kuat untuk sementara waktu.


Halaman:

Komentar