Sumber pendapatan unik lainnya adalah ekspor tenaga medis. Program yang dimulai sejak 1962 ini telah mengirim sekitar 400 ribu profesional kesehatan ke berbagai negara. Menurut British Institute of International and Comparative Law (BIICL), program ini menyedot pendapatan fantastis untuk pemerintah Havana: lebih dari USD 4,9 miliar per tahun. Skemanya pemerintah-ke-pemerintah, dengan pembayaran yang bisa berupa tunai, barter, atau campuran keduanya.
Meski punya beberapa sumber pemasukan andalan, kondisi makro Kuba suram. Pemerintah sendiri mengakui ekonomi mereka menyusut selama lima tahun berturut-turut hingga 2024. Untuk dua tahun ke depan, target pertumbuhannya sangat rendah, hanya sekitar 1%.
Lalu, Bagaimana dengan Kolombia?
Nasib ekonomi Kolombia tampak lebih cerah. Proyeksi dari berbagai lembaga internasional memperkirakan pertumbuhan sekitar 2,6% hingga 2,8% untuk periode 2025-2026. PDB nominalnya tercatat USD 462,25 miliar.
Kolombia diberkati sumber daya alam yang melimpah. Sektor energi masih menjadi penyumbang devisa terbesar, mencakup 50%-60% dari total ekspor. Rata-rata, mereka memproduksi 750 ribu barel minyak per hari. Nilai ekspornya pada Oktober 2025 saja mencapai USD 1,39 miliar dalam sebulan.
Negara ini juga jadi eksportir batu bara termal terbesar di Amerika Latin. Volume ekspor tahunannya antara 50-60 juta metrik ton. Pada Juni 2025, ekspor batu baranya bernilai USD 391,29 juta.
Kalau bicara produk pertanian, kopi adalah rajanya. Kopi Kolombia yang terkenal itu menyumbang sekitar 1-5% dari total PDB. Nilai ekspornya sepanjang 2025 diproyeksi mencapai USD 3,4 miliar. Untuk pasar domestik, nilai yang dibayarkan ke petani bisa mencapai USD 2,8 miliar. Produksinya sekitar 12,5 juta kantong, dengan 11,5 juta kantong di antaranya diekspor ke pasar global seperti AS, Uni Eropa, dan Jepang.
Satu lagi yang tak kalah penting: emas. Produksi emas Kolombia pada 2025 diperkirakan mencapai 58,5 hingga 61 ton, dengan nilai ekspor lebih dari USD 3,2 miliar. Sektor ini menyumbang 5% hingga 7% dari total pendapatan ekspor nasional.
Jadi, baik Kuba maupun Kolombia, masing-masing punya kekayaan strategis yang mungkin jadi alasan tersendiri untuk diperhatikan atau justru diincar oleh pemerintahan Trump. Konteks politik dan ekonomi yang rumit ini tentu akan menentukan langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Anggaran Militer Trump USD 1,5 Triliun Guncang Wall Street: Teknologi Tertekan, Pertahanan Melonjak
Analis Prediksi IHSG Bisa Lanjut Naik, Tapi Waspada Koreksi Mendalam
Suara Kekecewaan 2025: Ketika KaburAjaDulu Menjadi Pilihan Rasional
MNC Life dan BPD DIY Perkuat Proteksi Nasabah dengan Asuransi Jiwa Kredit Personal Loan