Setelah beberapa hari berturut-turut mencetak rekor tertinggi, IHSG hari ini diprediksi bakal melemah. Aksi ambil untung atau profit taking diperkirakan bakal mendominasi, membatasi pergerakan indeks di rentang 8.780 hingga 8.860.
Analis Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih membenarkan proyeksi itu dalam riset hariannya.
"Untuk hari ini, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 8.780-8.860," tulisnya.
Sentimennya memang agak campur aduk. Di satu sisi, data dalam negeri masih cukup menggembirakan. Neraca dagang kita kembali surplus di November 2025, tembus USD2,66 miliar. Itu artinya sudah 67 bulan berturut-turut kita mencatatkan surplus, sebuah tren yang menunjukkan ketahanan sektor eksternal kita di tengah gejolak global.
Namun begitu, tekanan dari luar mulai terasa. Bursa Asia Pasifik pagi ini terpantau lesu, terdorong aksi ambil untung setelah reli yang solid sejak awal tahun. Kondisi ini jelas membatasi ruang gerak IHSG untuk melanjutkan penguatan.
Di Wall Street, sempat ada penguatan di awal pekan. Tapi, ada satu hal yang menarik perhatian: saham Nvidia (NVDA) justru turun tipis 0,39%. Penurunan ini terjadi meski perusahaan baru saja meluncurkan platform AI terbaru bernama Rubin, yang rencananya baru tersedia paruh kedua 2026. Rupanya pasar butuh waktu untuk mencerna.
Artikel Terkait
MNC Life dan BPD DIY Perkuat Proteksi Nasabah dengan Asuransi Jiwa Kredit Personal Loan
Prestasi Bersejarah di SEA Games 2025, Bonus Atlet Emas Tembus Rp1 Miliar
Menkeu Purbaya: Demutualisasi BEI Bukti Kepercayaan Investor, IHSG 10.000 Bukan Mimpi
Analis HSBC Proyeksikan Emas Tembus USD 5.000 pada Awal 2026