Lonjakan harga emas belakangan ini ternyata tak cuma jadi berita di layar kaca. Di lapangan, tepatnya di gerai-gerai ritel, geliatnya benar-benar terasa. Pedagang pun ikut merasakan imbasnya, meski dengan cerita yang sedikit berbeda.
Ambil contoh harga emas Antam. Pada Selasa (6/1) kemarin, harganya melesat naik Rp 34.000 per gram. Angkanya mencapai Rp 2.549.000. Sementara itu, harga buyback-nya berada di posisi Rp 2.405.000 per gram.
Kondisi serupa terlihat di Galeri24. Di sana, harga jualnya naik Rp 34 ribu menjadi Rp 2.556.000 per gram. Untuk harga beli kembalinya, tercatat Rp 2.396.000.
Ridwan, seorang pedagang berusia 38 tahun di Cikini Gold Center, mengaku merasakan langsung efek kenaikan ini. Menurutnya, belakangan ini lebih banyak orang yang memburu emas batangan ketimbang yang mau menjual.
“Harganya naik, biasanya orang yang nunggu beli itu wah lihat harga makin, mau enggak mau mereka beli,” ujar Ridwan.
Ia menduga sentimen geopolitik global jadi pemicunya. Tapi di balik tingginya permintaan, ada masalah lain yang bikin pusing: stok. Ridwan mengeluh kesulitan mendapatkan pasokan emas sejak pertengahan Desember.
“Karena banyak pedagang (emas) yang libur Nataru, belum semua jualan, karena pengaruh juga, pangsa pasar itu kan berputarnya sesama pedagang itu,” ceritanya.
Artikel Terkait
Bakrie Sumatera Plantations Catat Penjualan Rp2,56 Triliun dan Lonjakan Laba Operasi 86% pada 2025
Latinusa Waspadai Tekanan Impor Tinplate, Bidik Pendapatan USD160 Juta pada 2026
Indocement Akhiri Program Buyback Lebih Cepat, Target 1,88% Saham Tercapai
Triniti Land Rencanakan Akuisisi Mayoritas Saham Prima Pembangunan Propertindo