Waspada Banjir di Jakarta? Semua Info Pentingnya Kini Ada di Genggaman Lewat JAKI

- Jumat, 23 Januari 2026 | 16:00 WIB
Waspada Banjir di Jakarta? Semua Info Pentingnya Kini Ada di Genggaman Lewat JAKI

Musim hujan memang sering bikin waswas. Apalagi kalau curah hujannya tinggi dan tak menentu, ancaman banjir pun mengintai. Nah, buat warga Jakarta dan sekitarnya, ada kabar baik. Kita nggak perlu lagi cuma mengandalkan feeling atau kabar burung untuk memantau situasi. Semua informasi penting soal banjir bisa diakses lewat genggaman tangan, tepatnya melalui aplikasi JAKI.

Jadi, gimana sih caranya pakai aplikasi ini untuk waspada banjir? Simak, ya.

Langsung Pantau Kondisi Terkini di Sekitar Kamu

Fitur utamanya bernama 'Pantau Banjir'. Di sini, kamu bisa cek kondisi wilayah secara real-time. Informasinya cukup lengkap, lho. Mulai dari peta banjir yang detail sampai level RT, data tinggi permukaan air, sampai jumlah wilayah yang terdampak. Yang nggak kalah penting, ada juga info peringatan dini yang dilengkapi waktu dan lokasi spesifik. Buat yang pengin lebih siap, aplikasi ini juga nyediain edukasi singkat tentang kesiapan menghadapi banjir.

Caranya gampang banget. Pertama, pastikan kamu sudah mengunduh aplikasi JAKI di ponsel. Setelah dibuka, langsung saja klik bagian 'Beranda'. Di sana, kamu akan menemukan menu 'Pantau Banjir'. Tinggal tap, dan semua data yang kamu butuhkan langsung tersaji.

Jadi Mata dan Telinga, Laporkan Genangan Air

Di sisi lain, JAKI nggak cuma untuk memantau. Kamu juga bisa aktif jadi bagian dari solusi. Misalnya, nemu genangan air yang berpotensi banjir atau melihat banjir mulai merendam jalan? Gunakan fitur 'Lapor' yang tersedia.

Caranya, buka aplikasi, lalu aktifkan dulu notifikasinya. Dengan begini, kamu bakal dapat info resmi peringatan dini cuaca langsung dari BPBD dan BMKG. Baru setelah itu, pakai fitur 'Lapor' untuk mengirimkan laporanmu. Dengan partisipasi warga, informasi jadi lebih cepat sampai ke pihak berwenang.

Kalau Sudah Darurat, Ada Tombol Khusus

Lalu gimana kalau situasinya udah genting banget? Jangan panik. Aplikasi ini punya 'Tombol Darurat' yang bisa diakses cepat dari beranda. Fitur ini menghubungkan kamu langsung ke layanan darurat seperti panggilan darurat atau pemanggilan ambulans. Bantuan diharapkan bisa lebih cepat dijangkau saat setiap detik begitu berharga.

Tips dari BPBD: Mitigasi dari Awal Sampai Akhir

Nah, selain fitur-fitur canggih tadi, kesiapan diri sendiri tetap kunci utama. Menurut akun Instagram BPBD DKI Jakarta (@bpbddkijakarta), ada beberapa langkah sederhana yang bisa kita lakukan di tiga momen kritis: sebelum, saat, dan sesudah banjir.

Sebelum Semuanya Terlambat

Persiapan itu penting. Kenali dulu wilayah kamu, apakah termasuk rawan atau tidak. Rajin-rajinlah cek fitur Pantau Banjir di JAKI dan perhatikan notifikasi peringatan dini. Di rumah, pastikan saluran air nggak tersumbat. Barang dan dokumen penting? Simpan di tempat tinggi, dan bikin salinan digitalnya. Jangan lupa siapkan tas darurat berisi obat, senter, dokumen, dan kebutuhan pokok lainnya.

Ketika Air Mulai Naik

Kalau banjir sudah datang, yang utama adalah tetap tenang. Keselamatan diri dan orang di sekitar adalah prioritas. Segera matikan jaringan listrik dan jauhi arus air. Laporkan kondisi lewat fitur laporan di JAKI, dan yang paling penting, ikuti arahan evakuasi dari petugas atau informasi resmi dari BPBD.

Setelah Banjir Mulai Surut

Jangan buru-buru kembali ke rumah. Tunggu sampai keadaan benar-benar dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Saat membersihkan, pakai alas kaki yang kuat untuk hindari benda tajam. Sterilkan rumah dari sisa lumpur dan kotoran. Periksa instalasi listrik dengan teliti sebelum menyalakannya kembali. Dan kalau ada kerusakan fasilitas umum, laporkan juga via aplikasi JAKI.

Intinya, dengan teknologi dan kesiapan individu, dampak banjir bisa kita tekan bersama. Selalu waspada, dan semoga kita semua tetap aman.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar